Budidaya Cabe

Cabai dengan ukuran luar biasa dengan perlakukan produk organik MMC
Cabai dengan ukuran luar biasa dengan perlakukan produk organik MMC

Saat ini harga cabe cenderung tinggi, apalagi di musim penghujan biasanya harga melonjak. Budiaya cabe atau lombok memiliki peluang besar untuk dijadikan alternatif peningkatan ekonomi petani kita. Asal tekniknya sesuai, hasilnya luar biasa! Apalagi bila tanaman cabe kita menggunakan pestisida biologi, artinya tidak menggunakan pestisida kimia yang berbahaya sehingga selain kualitas hasil cabe yang dihasilkan lebih bagus, juga turut menjawab kebutuhan akan pangan sehat bagi masyarakat kita!

Cabe dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah (10 m dpl sd 1500 dpl). Cabai cocok ditanam pada tanah berhumus/subur dan gembur sehingga drainase baik.


Pengolahan Lahan

  1. Lahan dibajak, kemudian digaru (biarkan selama ± 1 minggu)
  2. Buat bedengan dengan lebar 120 cm an parit selebar 50 m.
  3. Tebarkan pupuk kandang dosis : 0,5 -1 ton/ 1000 m2
  4. Tebari dengan Dolomit sebanyak : 0,25 ton / 1000 m2 untuk menetralkan PH tanah.
  5. Siramkan MOSA GOLD (1 bt) / AGRITECH (1-2 bt) untuk luasan lahan per 1000 m2 ;

Aplikasi MOSA GOLD : 1 botol dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 liter air tambahkan 200 cc larutan induk, atau 1 gembor ( ± 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres MOSA GOLD dan disiramkan ke bedengan ± 5-10 m.

Aplikasi AGRITECH : 1 gembor ( ± 10 liter ) diberi 2-4 tutup AGRITECH dan siramkan ke bedengan sepanjang ± 5 – 10 meter.

Campurkan Superglio 100 – 200 gr ( 1 – 2 bungkus ) dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, dan biarkan 1 minggu. Campuran ini kemudian disebarkan ke bedengan.

Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag (biarkan ± 1 – 2 minggu ).

Fase Persemaian ( 0-30 Hari)

Persiapankan persemaian;

  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan. Naungan bisa dibuat dari atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh yang dipakai dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang 25-50kg sebelum dipakai dicampur dengan SUPERGLIO 100 gr dan didiamkan selama ± 1 minggu lalu dimasukkan dimasukkan dimasukkan ke polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau bekong daun pisang.

Conoh media penyemaian cabai dengan contong dari daun pisang
Contoh media penyemaian cabai dengan contong dari daun pisang

Penyemaian;

  • Bersihkan biji dari bahan kimia dengan air, kemudian buat larutan BIO SPF untuk perendaman benih. Pembuatan larutan kira-kira setengah sendok makan BIO SPF dilarutkan dengan 1 liter air. Perendaman dilakukan selama 3 jam. (Lihat : Manfaat BIO SPF untuk perendaman benih)
  • Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag , lalu ditutup selapis tanah tipis-tipis ditambah pupuk kandang matang yang telah disaring.
  • Semprot AGRITECH dosis 1-2 tututp/tangki umur 10 dan17 Hari Setelah Semai (HSS).
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban



Fase Penanaman

Cara pemilihan bibit cabe:

  • Pilih bibit yang seragam, sehat, kuat tumbuh mulus dan tidak terdapat gejala penyakit.
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 – 30 hari).

Cara pemindahan dan penanaman bibit cabe;

  •  Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
  • Plastik polibag dilepas dan bibit diambil pelan-pelan sehingga akar tidak terganggu.
  • Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram/disemprot AGRITECH 3-4 titip/tangki.
  • Apabila pengadaan bibit membeli yang sudah jadi (siap tanam), disamping pemberian AGRITECH setelah penanaman tambahkan larutan BIO SPF pada perakaran dengan dosi 10 gr (setengah sendok makan) untuk 5 liter air.
  • Untuk menjaga dari sengatan sinar matahari, bibit yang telah ditanam bisa diberi pelindung pelepah daun pisang.

Pengelolaan Tanaman pada 7-70 HST (Hari Setelah Tanam)

Pada tahapan ini, dilakukan pemupukan, penyiraman (pengocoran), penyemprotan dan perempelan. Secara teknisnya sebagai berikut;

  1. Penyiraman dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (jawa: dilep) jika dirasa kering.

    Penyemprotan dilakukan sampai ke bagian dalam daun agar menjangkau mulut daun
    Penyemprotan dilakukan sampai ke bagian dalam daun agar menjangkau mulut daun
  2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali pada pangkal batang/tiap lubang tanam.
    • Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro; Urea : SP 36 : KCl + MOSA GOLD = (250 : 250 : 250 + 1 Botol MOSA GOLD) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil). Diberikan pada umur 1 sd 4 minggu dengan dosis 250 cc/lubang.
    • Sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro; Urea : SP36 : KCl + MOSA GOLD = (500 : 250 : 250 + 1 Botol MOSA GOLD) gr dalam 50 liter air (1 tong kecil). Pengocoran diberikan dengan dosis 500 cc/lubang.kebutuhan pupuk makro per 1000 meter persegi untuk tanaman cabai
  3. Penyemprotan; penyemprotan dengan larutan AGRITECH dosis 3 sd 5 tutup  dan HORTECH 1-2 tutup kedalam 1 tangki air 14 liter. Penyemprotan diusahakan sampai ke bagian dalam daun. Penyemprotan ini dilakukan pada umur 10 HST, umur 20 HST, umur 30 HST, umur 40 HST dan umur 50 HST. Secara mudahnya Penyemprotan dengan jeda 10 hari sekali.
  4. Perempelan; tujuannya agar mengatur jumlah cabang dan produki cabainya lebih optimal.  Sisakan 2-3 cabang utama. Produksi buah akan mulai pada umur 15 sd 30 hari.

    Penyemprotan dengan pupuk AGRITECH 1 tutup untuk 1 tangki isi 14 liter
    Penyemprotan dengan pupuk AGRITECH 1 tutup untuk 1 tangki isi 14 liter


Pengamatan Hama & Penyakit pada tanaman cabai:

ciri-ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit).

Gejala serangan: larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja.

Pengendalian;Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan Top BN sebanyak  30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam tangki 14 liter. 1 sachet TOP BN cukup untuk lahan seluas 1000m2.  (Lihat : Cara kerja Top BN untuk mengatasi ulat grayak pada tanaman cabe)

Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan Top BN. Dosis penggunaan yakni 30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam tangki 14 liter. 1 sachet TOP BN cukup untuk lahan seluas 1000m2.  (Lihat : Cara kerja Top BN untuk mengatasi Aphis, Thrips dan tungau pada tanaman cabe ).

Penyakit layu ini disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan SUPER GLIO dicampur pupuk kandang yang sudah matang 25 sd 50 kg, dibasahi air secukupnya dan diperam 1 minggu. (Lihat cara kerja Superglio untuk mengatasi layu fusarium pada tanaman cabe)

Penggunaan Superglio untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman cabe
Penggunaan Superglio untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman cabe

Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengendaliannya adalah sejak dini/awal dilakukan perendaman benih dengan BIO SPF 10 gr (setengah sendok makan) dilarutkan dengan 1 liter. Benih direndam dengan larutan BIO SPF ini selama 3 jam. (Lihat : Manfaat BIO SPF untuk perendaman benih).

Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha.

Penyakit busuk buah antraknosa disebut juga Colletotrichum gloeosporioides, gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua.

Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Sejak awal dilakukan perendaman benih dengan BIO SPF 10 gr (setengah sendok makan) dilarutkan dengan 1 liter. Benih direndam dengan larutan BIO SPF ini selama 3 jam. (Lihat : Manfaat BIO SPF untuk perendaman benih)

Aplikasi Penggunaan BIO SPF untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai
Aplikasi Penggunaan BIO SPF untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai


Panen dan Pasca Panen

Tanaman setelah pemetikan buah untuk pemanenan pertama bisa tumbuh kembali untuk panen berikutnya. Untuk memaksimalkan pemanenan perlu diperhatikan hal berikut;

  • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari setelah tanam. Panen kedua dan seterusnya tiap 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali pemetikan.
  • Setelah pemetikan ke-3 perlu disemprot dengan AGRITECH + HORTECH dengan perbandingan seperti diatas. (AGRITECH 5 tutup dan HORTECH 1 sd 2 tutup per tangki 14 liter). Pemupukan melalui pengocoran dilakukan dengan perbandingan seperti diatas (Urea : TSP: KCL + MOSA GOLD = 500 : 250 : 250 + 1 botol MOSA GOLD) . Pemberian kocoran sebanyak kira-kira 500cc (1½ liter) per tanaman.

Hal yang perlu diperhatikan saat pemanenan:

  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
  • Simpan ditempat yang teduh

Budidaya cabai saat tanaman mulai berbuah
Budidaya cabai saat tanaman mulai berbuah


Konsultasi dan pertanyaan bisa menghubungi tim Agrokompleks MMC


Kisah Sukses