Menyelematkan Panen Tebu dari Serbuan Embug

Mengatasi hama uret ampuh
Lahan tebu yang terpapar hama uret merusak secara cepat dan destruktif mengakibatkan turunnya produktivitas panen bahkan sampai gagal panen

(Kediri, Jatim) Pak Munajam kini bisa tersenyum sumringah, setelah 3 kali periode lebih tanaman tebunya sering mengalami kerugian, panen kali ini sukses besar. Tak ada lagi serangan embug/uret di lahan tebunya, sehingga panen kali bisa utuh untuk diangkut ke pengepul tebu. Dari luasan 1 bahu (7500 m2), tak kurang 100 ton tebu lebih dihasilkan dengan keuntungan fantastis dari manisnya budidaya tebu.

Nun, beberapa periode sebelumnya, Pak Munajam harus meringis kerena tragisnya hasil panen yang minim. Terutama akibat serangan embug yang menggerogoti akar tanaman tebu, sehingga satu persatu tanaman tebunya rebah dan meranggas.

 

 Pak Munajam dan Tim Agrokompleks MMC berfoto bareng di lahan tebu setelah mendokumentasikan kisah sukses penggunaan supermeta untuk mengendalikan hama embug atau uret - 7 Agustus 2015

Pak Munajam dan Tim Agrokompleks MMC berfoto bareng di lahan tebu setelah mendokumentasikan kisah sukses penggunaan supermeta untuk mengendalikan hama embug atau uret – 7 Agustus 2015

Sepertinya sudah hampir putus asa Pak Munajam mencoba menyelamatkan usaha budidaya tebunya yang tidak sedikit menelan biaya. Beberapa kali pula Pak Munajam merogoh kocek membeli pestisida kimia mencoba melawan serangan embug ini. Beberapa kali itu pula ikhtiarnya gagal. Bahkan pada serangan embug terakhir, saat mencoba menjabut segerumbul tebu, nampaklah gerombolan embug/ uret yang besar-besar muncul dari tanah. Terbayang dari satu cabutan gerombolan tebu saja, berapa banyak populasi uret telah memenuhi sekujur lahan tebunya.

Berkenalan dengan Supermeta

Sebermula dikenalkan seorang rekan dari Yogya, Pak Munajam mendengar mengenai pengendali hama uret. Di Jawa timur orang mungkin lebih mengenal embug daripada uret, samahalnya dengan agens hayati merupakan istilah yang tak populer di kalangan petani. Mereka lebih mengenal istilah obat. Karenanya waktu pertamakali berkenalan dengan agens hayati Supermeta, pak Munajam baru ngeh (jawa: paham) bila agens hayati ini adalah obat untuk mengatasi serangan uret. Perbedaan mendasar adalah agens hayati supermeta ini bukan merupakan bahan kimia, sehingga tentu saja berbeda dengan pestisida kimia yang sudah banyak dipakai sebelumnya oleh pak Munajam. Hingga akhirnya Pak Munajam menyebutnya dengan istilah obat hayati yang lebih mengena dikalangan petani di Jawa Timur.

Dalam perjalanannya, Pak Munajam berkonsultasi langsung dengan rekan-rekan di yogya dalam menerapkan penggunaan supermeta ini. Seiring waktu berjalan, terdengarlah kabar menggembirakan yang pertama kali muncul dari SMS Pak Munajam.

“Pak, Supermeta memang josss tenan”

Maka disempatkanlah tim agrokompleks MMC untuk bertandang langsung mendokumentasikan kabar gembira ini.

Berikut video hasil oleh-oleh dari kediri tersebut :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *