Mengendalikan Penyakit Kuning pada Jahe dengan SUPERGLIO

Video diatas menjadi contoh keberhasilan penggunaan SUPERGLIO untuk mengendalikan penyakit busuk rimpang pada jahe, atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning oleh petani.

Aplikasi SUPERGLIO untuk Pengendalian Meluasnya penyakit di beberapa sentra jahe mengindikasikan bahwa umumnya tanah pertanian dan benih rimpang jahe yang digunakan oleh para petani sebagian besar sudah tercemar atau terinfeksi oleh jamur Fusarium oxysporum penyebab penyakit busuk rimpang, sehingga tanah dan rimpang sehat untuk tujuan produksi jumlahnya sangat terbatas. Untuk menghentikan penyebaran penyakit busuk rimpang agar tidak lebih meluas, ada beberapa langkah tindakan pencegahan maupun pengendalian, yaitu:

Benih direndam terlebih dahulu dengan larutan BIO-SPF. Terutama tujuan perendaman benih dengan BIO-SPF ini untuk mencegah dari penyakit layu bakteri.

Persiapan lahan agar sangat dianjurkan untuk menekan jamur merugikan ini dalam tanah. Salah satu metoda untuk paling mudah adalah dengan penyebaran 1 sachet SUPERGLIO yang sudah dicampur dengan 50 kg pupuk kandang matang.

Campuran ini didiamkan/diperam dulu selama seminggu agar bahan aktif dalam SUPERGLIO berkembang biak secara maksimal. Baru kemudian disebar secara merata pada lahan seluas 1000m2.

Selain cara diatas; bisa diterapkan sterilisasi tanah pada saat musim panas. Solarisasi tanah dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut: a) pengolahan tanah dengan membalik tanah, b) membasahi tanah, c) penutupan tanah dengan mulsa plastik (polyethylene) yang transparan (tembus cahaya) yang dibiarkan selama kurang lebih 4-8 minggu.

Penggunaan SUPERGLIO dengan jalan dikocor ,  bisa dilakukan untuk pengendalian penyakit busuk rimpang di lahan. Caranya, larutan SUPERGLIO kira-kira 1 sendok untuk 1 ember air, disirampan secara merata dekat perakaran secara teratur teratur 1-2 kali setiap 2 minggu sekali .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *