Macam Macam Bibit Unggulan Ubi Kayu / Singkong

Cimanggu Super

Singkong jenis ini merupakan singkong jenis yang dikembangkan dari daerah Cimanggu.

singkong cimanggu
singkong cimanggu

Jenis singkong ini berasal dari dusun Cimanggu Kecamatan Cikembar dengan usia panen 8 – 10 bulan. Singkong ini mempunyai  tinggi tanaman 2,5 – 3 meter, bentuk daun; berjari, warna daun pucuk ‘hijau muda coklat’, warna kulit batang ‘hijau merah kecoklatan’, warna batang dalam ‘putih kecoklatan’, warna umbi ‘merah kecoklatan’ dan warna kulit umbi ‘kuning kecoklatan’.

Ukuran ‘tangkai umbi’ pendek, bentuk umbi mencengkram dan rasa umbi: enak. Singkong Cimanggu Super ini tahan terhadap Ketahanan CBB.

Potensi hasil :

40 – 80 ton/hektar umbi kering dan 80 – 100 ton/ha umbi basah. Jarak tanam: 1×1 m, dengan populasi : 10.000 pkk/ha. Jarak tanam: 1 x 1 m mata lima dengan  populasi: 11.400 pkk/ha.


Singkong Darul Hidayah

Singkong darul hidayah merupakan singkong raksasa varietas unggul. Disebut singkong raksasa karena per batangnya bisa menghasilkan bobot umbi 10 kali lipat dari singkong biasa. Setiap satu hektare lahan bisa menghasilkan ubi kayu hingga 100 ton.

singkong darul hidayah
singkong darul hidayah

Singkong jenis ini resmi dilepas tahun  4 November 1998 dengan SK Mentan nomer 867/Kpts/TP.240/11/98.  SIngkong Darul Hidayah merupakan ubi lokal dari daerah Darul Hidayah.

 

Jenis ini dikembangkan dari biji hasil okulasi antara ubi kayu lokal sebagai batang atas (Scion) dengan ubi kayu karet sebagai batang bawah (stock).

 

Potensi hasil :

Potensi produksi bisa sampai dengan 200 ton/ha umbi basah, Jarak tanam 1,2 m x 1,2 m denan populasi;  7000 pkk/ha. Jarak tanam 1,2 m x 1,2 m mata lima dengan populasi 8000 pkk/ha.

Bisa mencapai 102,10 ton/ha umbi segar, umur panen 8–12 bulan, tinggi tanaman 3,65 meter, bentuk daun menjari agak ramping, tipe tajuk bercabang sangat ekstensif hingga cabang keempat, warna pucuk daun ‘hijau agak kekuningan’, warna ‘tangkai daun tua’ merah warna ‘batang muda’ hijau, warna ‘batang tua’ putih. Singkong ini memiliki ‘kulit ari batang’ tipis mudah mengelupas (tidak tahan disimpan lama). Singkong ini memiliki warna pada kulit umbi putih kecoklatan di bagian luarnya dan merah jambu pada bagian dalamnya. Sedangkan warna daging umbinya putih dengan tekstur daging umbi padat dan berbentuk memanjang. Singkong ini memiliki kualitas rebus baik, rasa yang kenyal seperti ketan sehingga cocok untuk pembuatan keripik.

Potensi dari singkong jenis ini memiliki kadar pati 25,0–31,5%, kadar air 55,0–65,0%, kadar serat 0,96%, kadar abu 0,67%, kadar HCN rendah (<40 mg/kg dengan metode asam pikrat).
Jenis singkong ini agak peka tungau merah (Tetranichus sp.), dan agak peka terhadap penyakit busuk jamur (Fusarium sp.)


Adira 1

Singkong ini dilepas tahun  1978 merupakan persilangan Mangi / Ambon, Singkong ini dapat dipanen umur 7–10 bulan dengan tinggi batang  1–2 m. Singkong ini mempunyai karakteristik daun berbentuk ‘menjari agak lonjong’, warna pucuk daun coklat, warna ‘tangkai daun bagian atas’ merah, warna ‘tangkai daun bagian bawah’ merah muda, warna batang muda ‘hijau muda’, warna batang tua  ‘coklat kuning’, warna ‘kulit umbi bagian luar’ coklat, warna ‘kulit umbi bagian dalam’ kuning dan warna ‘daging umbi’  kuning.

 

Singkong Adira I ini  agak tahan terhadap hama tungau merah (Tetranichus bimaculatus), tahan terhadap penyakit bakteri hawar daun, Pseudomonas solanacearum dan Xanthomonas manihotis

 

Potensi produksi :

bisa mencapai 22 ton/ha umbi basah dengan kadar tepung 45%, kadar protein 0,5% (basah), kadar HCN 27,5 mg / 100 gr. Varietas ini memiliki umbi berwarna kuning dengan kualitas rebus yang baik dan rasa enak sehingga sesuai untuk dikonsumsi langsung.


ADIRA 2

Sama seperti jenis singkong ADIRA I, singkong ini merupakan persilangan Mangi/Ambon. Dilepas tahun 1978 dengan nomor seleksi klon  W-236. Singkong ini bisa dipanen umur 8-12 bulan.

 

Dari wujud daunnyanya mempunyai  daun menjari agak melonjong dan gemuk. Daunnya mempuyai warna pucuk ungu, ‘tangkai daun bagian atas’ merah muda, ‘tangkai daun bagian bawah’ hijau muda, ‘tulang daun bagian atas’ merah muda dan ‘tulang daun bagian bawah ‘hijau muda’.

 

Singkong ini mempunyai ketinggian batang  2–3 m dengan ‘warna batang muda’ hijau muda dan ‘warna batang tua’ putih coklat. Kulit umbinya bagian luar berwarna putih coklat dan bagian dalam ungu muda. Daging umbinya berwarna putih dengan kualitas rebus baik tetapi rasanya agak pahit.

 

Potensi :

Jenis ini memiliki hasil rata-rata 22 t/ha dengan kadar tepung bisa mencapai 41%, kadar protein  0,7% (basah), kadar HCN  124 mg/kg. Jenis ini cukup tahan dari hama tungau merah (Tetranichus bimaculatus) dan tahan terhadap penyakit layu (Pseudomonas solanacearum)


Malang 1

Produksi mencapai 49 ton/ ha umbi basah dengan umur panen 9 – 10 bulan.Memiliki daya adaptasi yang luas. Daging umbi berwarna putih kekuningan, kualitas rebus baik, enak dan manis ( kadar HCN <40 mg/kg. Dengan kadar tepung 32 – 36 %, varietas ini sesuai untuk bahan baku industry tepung/pati. Malang 1 toleran terhadap hama tungau merah dan toleran terhadap penyakit becak daun.

 

Dilepas tanggal 3 November 1992 dengan SK Mentan ‘623/Kpts/TP.240/11/92’ dan nomor seleksi ‘MLG 10212’, Jenis ini merupakan hasil persilangan CM 1015 19 dengan CM 849-1. Singkong ini bisa dipanen umur 9–10 bulan.

 

Jenis ini mempunyai ketinggian batang  1,5–3,0 m dengan bentuk daun menjari agak gemuk, warna ‘pucuk daun’ hijau keunguan, warna ‘tangkai daun tua bagian atas’ hijau kekuningan dengan becak merah ungu di bagian pangkal bagian bawah dan warna ‘tangkai daun tua bagian pangkal’ hijau kekuningan dengan becak merah ungu. batang muda  mempunyai warna ‘hijau muda’ sedangkan batang tua mempunyai Warna ‘hijau keabu-abuan’. Kulit umbi bagian luar dan dalamnya berwarna putih kecoklatan dengan daging umbi ‘putih kekuningan’.

 

Singkong ini punya kualitas rebus baik dengan rasa enak (manis). Malang 1 mempunyai potensi hasil 36,5 (24,3–48,7) t/ha umbi segar. dengan kadar tepung 32–36%, kadar protein 0,5% (umbi segar), kadar HCN  <40 mg/kg (metode asam
pikrat). Jenis ini juga punya daya adaptasi cukup luas, tahan terhadap serangan hama tungau merah dan tahan dari penyakit becak daun  karena bakteri Cercospora.
sp.


 

MALANG 2

Dilepas tanggal ‘3 November 1992’ dengan  SK Mentan ‘624/Kpts/TP.240/11/92’, Nomor seleksi ‘MLG 10209’. Jeni ini merupakan persilangan CM 922-2 dengan CM 507-37
Jenis ini bisa dipanen umur 8–10 bulan dengan karakteristik tinggi batang 1,5–3,0 m. Bentuk daun;  menjari dengan cuping sempit. Warna pucuk daun; hijau muda kekuningan. Warna tangkai daun tua; bagian atas hijau muda kekuningan muda kekuningan bagian bawah hijau. Warna batang muda; hijau muda. Warna batang tua; coklat kemerahan. Warna kulit umbi; coklat kemerahan (bagian luar), putih kecoklatan (bagian dalam)

 

Singkong ini punya daging umbi berwarna kuning muda dengan kualitas rebus baik dan rasa  yang enak (manis).
Potensinya bisa mencapai 31,5 (20–42) t/ha umbi segar dengan kadar tepung 32–36%, kadar protein 0,5% (umbi segar), Kadar HCN  <40 mg/kg (metode asam pikrat).

 

Jenis ini agak peka dari serangan hama tungau merah (Tetranichus sp.) tetapi tahan dari penyakit bercak daun  akibat serangan bakteri Cercospora sp.  dan tahan dari penyakit hawar daun akibat bakteri Cassava Backterial Blight.


 

UJ-3

Jenis ini dilepas tahun 2000 dengan nama daerah Rayong-6. Singkong ini berasal dari dari Thailand, mampu dipanen umur 8 – 10 bulan. Tinggi tanaman 2,5–3,0 m dengan bentuk daun menjari. Warna pucuk daun; Hijau muda kekuningan, warna petiole; kuning kemerahan, kulit batang; Hijau merah kekuningan, warna batang dalam; kuning. Umbinya berwarna putih kekuningan, warna kulit umbi ‘kuning keputihan’ dengan ukuran ‘tangkai umbi’ pendek. Tipe tajuk >1 m, dengan bentuk umbi mencengkeram. Rasa umbi singkong ini pahit dengan kadar pati 20,0–27,0%, kadar air  60,63%, kadar abu  0,13%, kadar serat  0,10%.

Potensi hasil

Bisa mencapai 20–35 t/ha umbi segar. Jenis ini agak tahan dari penyakit CBB (Cassava Bacterial Blight).


UJ-5

Dilepas tahun; 2000, nama daerah;  kasetsart-50, asal; introduksi dari Thailand, umur panen; 9–10 bulan, tinggi tanaman; >2,5 m, Daun berbentuk menjari, warna pucuk daun; coklat, warna petiole; hijau muda kekuningan, warna kulit batang; wijau perak, warna batang dalam, kuning, warna umbi; putih, warna kulit umbi; kuning keputihan, ukuran tangkai umbi; pendek, tipe tajuk; >1 m
bentuk umbi; mencengkeram, rasa umbi; pahit.

Potensi hasil :

Singkong ini punya potensi hasil 25–38 t/ha umbi segar dengan kadar pati 19,0–30,0%, kadar air 60,06%, kadar abu 0,11%, kadar serat  0,07%. Jeni ini agak tahan dari penyakit CBB (Cassava
Bacterial Blight).


ADIRA 4

Umbi ini bisa dipanen umur 9 bulan. Tinggi batang; >2 m, tipe percabangan;tidak bercabang, warna daun muda; ungu
warna daun tua; hijau, warna tangkai daun;hijau, warna batang; keunguan

 

Warna kulit umbi; coklat (bagian luar), kuning (bagian dalam). Warna daging umbi; putih, ukuran umbi; besar bentuk daun; menjari dengan lamina gemuk. Umbi ini punya kualitas rebus baik tetapi mempunyai rasa Pahit.  Potensinya bisa mempunyai hasil rata-rata 39,7 ton/ha, kadar pati 25–32%, kadar HCN >100 ppm (metode asam pikrat).

 

Jenis ini agak tahan dari hama tungau merah (Tetranichus sp.) dan adaptif terhadap hara suboptimal


MALANG 6

Dilepas tanggal ’22 Oktober 2001′ dengan SK Mentan ‘523/Kpts/TP.240/10/2001’
Merupakan persilangan tunggal dari MLG 10071 dengan MLG 10032. Jenis ini bisa dipanen umur 9 bulan. Tinggi batang; >2 m, tipe percabangan; bercabang, bentuk daun; menjari dengan lamina gemuk, warna daun muda; ungu muda, warna daun tua; hijau, warna tangkai daun; hijau muda, warna batang; abu-abu, warna kulit umbi; putih (bagian luar), kuning (bagian dalam).

 

Warna daging umbinya Putih dengan ukuran umbi sedang dan kualitas rebus yang baik tetapi mempunyai rasa pahit.
Hasil rata-rata dari singkong ini mempunyai potensi 36,41 ton/ha, dengan kadar pati 25–32% dan kadar HCN >100 ppm (metode asam pikrat). Jenis ini agak tahan dari hama tungau merah (Tetranichus sp.) dan adaptif terhadap hara suboptimal.


 

Litbang UK-2

Jenis ini dilepas tanggal  3 Juli 2012 dengan SK Mentan ‘2427/Kpts/SR.120/7/2012’. Merupakan turunan dari hasil persilangan terbuka
dengan tetua betina MLG 10.006. Tinggi tanaman bisa mencapai  ±230 cm denan warna batang tua ‘coklat gelap keabu-abuan’ dan batang muda ‘hijau’. Warna daun muda ‘hijau muda agak sedikit kecoklatan’ dan daun tua ‘hijau’. Tungkai daun bagian atas ‘kombinasi antara merah dan hijau muda’ sedangkan tungkai daun bagian bawah ‘kombinasi antara merah kehijauan dan hijau muda’. Warna kulit luar umbi ‘Coklat’ sedangkan kulit dalam umbi ‘kuning kecoklatan/krem’. Daging umbi berwarna putih dengan ukuran umbi sedang. Tipe percabangannya tidak bercabang.

 

Singkong ini bisa dipanen umur 9–10 bulan dengan potensi hasil bisa mencapai 60,4 ton/ha, tetapi rata-rata bisa menghasilkan 42,2 ton/ha. Dari hasilnya mempunyai kadar pati 17,79% bb a dan 31,21% bb b, kadar abu  ±2,06% basis kering b, kadar HCN 31,02 ppm bb, kadar serat 1,28% bk. Umbi ini potensial untuk diproses menjadi bioetanol dengan perbandingan untuk mendapatkan 1 liter bioetanol 96%  membutuhkan 4,52 kg umbi. Potensi hasil bioetanol 96% sampaidengan  ±14,472 liter/ha, rata-rata hasil bioetanol 96%: 10,122 liter/ha.

 

Jenis ini agak tahan dari serangan hama tungau dan agak tahan dari penyakit busuk akar/umbi (Fusarium spp.)


Selain mengenali macam macam bibit unggul ketela pohon seperti tersebut diatas, untuk mendapatkan hasil maksimal bibit perlu dipersiapkan sebagai berikut;

  • Potong bibit singkong 25 cm dan sisakaan 2 mata tunas bagian atas
  • Rendam bibit singkong dalam larutan BIO SPF dan AGRITECH dengan dosis   masing masing10 gr BIO SPF/liter air dan 5ccAGRITECH/liter air selama 1 jam.
  • Tanam bibit singkong dengan kedalaman 15 cm bagian yang tertancap tanah Semprot/kocor tiap 2-3 bulan dengan AGRITECH dosis 5 tutup per tanki 14 lt, pemakaian AGRITECH bisa ditambah dengan HORTECH dosis 1-2 tutup per tanki untuk memaksimalkan hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *