Dampingi petani Sukaresmi Cianjur, lahan cabe 30 Hektar biar jadi panen mujur

Jarak tempuh yang jauh dan medan yang berat tidak menghalangi tim MMC untuk mendatangi lahan cabe petani Sukaremi Cianjur ini. Karena lokasinya di pegunungan di perbatasan Cianjur dengan Bogor ini membuat perjalanan harus ditempuh jalur darat selama hampir sehari penuh. Namun lokasi jauh tak meluruhkan semangat Tim MMC untuk berkunkung ke sana, apalagi luasan lahan budidaya cabe tersebut mencapai 30 hektar lebih.

Saat awal mula menghubungi konsultan agrokompleks MMC, salah saorang pengusaha yang menjadi pemimpin kelompok petani cabe di lokasi tersebut mengeluhkan soal penyakit patek/antraknosa. Hampir seluruh tanaman cabe yang sudah mulai berbuah tersebut terkena penyakit patek /antraknosa tersebut. Dikhawatirkan akibat penyakit tersebut adalah penurunan produktivitas panen bahkan mungkin gagal panen.

Pak Kocil, petani cabe di kebun cikaroek sukaresmi, cianjur, jabar
Pak Kocil, petani cabe di kebun Cikareok Sukaresmi, Cianjur, Jabar dengan tanaman cabenya yang terkena patek / antraknosa

Setelah berkonsultasi langsung dengan pakar hama dan penyakit dari MMC, akhirnya mereka membeli produk MMC. Disepakati juga oleh mereka 10 hektar akan diujicobakan aplikasi BIO-SPF untuk  mengatasi penyakit patek/antraknosa tersebut. Sedangkan pada 1 hektar lahan, diujicoba 1 paket pupuk MMC lengkap.

Pemberian BIO-SPF terlambat

Petani cabe yang beramai-ramai mengaplikasikan penyemprotan BIO-SPF setelah diberi contoh oleh tim MMC
Petani cabe yang beramai-ramai mengaplikasikan penyemprotan BIO-SPF setelah diberi contoh oleh tim MMC

Saat mendatangi lokasi, ternyata memang benar bahwa tanaman cabe di lahan tersebut rata-rata sudah berbuah dan berumur kira-kira 90 hari. Sebagai catatan, seharusnya penyakit patek / antraknosa ini dapat dicegah semenjak awal melalui perendaman benih dengan BIO-SPF. Sehingga pemberian BIO-SPF ketika tanaman sudah besar tersebut bisa dikatakan terlambat dan hasilnya kurang maksimal.(Lihat : perendaman benih dengan BIO-SPF). Namun dengan bekal optimis mereka berharap setidaknya laju penyakit bisa ditekan dan panen tetap bisa diselamatkan.

Tim MMC yang berkunjung ke lahan menyempatkan diri untuk menunjukkan cara aplikasi BIO-SPF dan aplikasi pupuk organik MMC.

Mulai menampakkan hasil

Setelah 2 pekan semenjak kunjungan awal ke lahan (25/6/2015), tim MMC mendapatkan kabar bahwa hasil aplikasi mulai menujukkan hasil. Mulai terlihat perbedaan nyata pula 1 hektar tanaman cabe yang menggunakan aplikasi pupuk organik MMC lengkap dengan yang tidak. TIM MMC masih menunggu kabar baik selanjutnya dan juga foto-foto dokumentasinya. (Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *