Hama Uret : Oryctes rhinoceros L.

Hama Uret   : Oryctes rhinoceros L.

 Tanaman Inang :

Kelapa, Kelapa Sawit, Salak, Sagu, Pinang, Kurma, Nipah

Gejala Serangan :

 Hama yang menyerang adalah stadium kumbang/imago. Pada daun mahkota terdapat tanda daun rusak berupa potongan segitiga. Apabila serangan berlanjut pada titik tumbuh, maka tanaman bisa mati.

 

Biologi Hama :

Larva berkembang kayu lapung, pohon tumbang, atau sisa tanaman yang mengalami dekomposisi. Larva tumbuh hingga 10 – 12 cm. Pada batang kelapa sawit yang mati per 1 – 2 m bisa terdapat 50 – 60 larva. Kumbang berukuran panjang 3,5 – 5,5 cm. Perkembangan dari telur hingga dewasa memerlukan waktu 3,5 – 6,5 bulan. Setelah membuat lubang pada bagian ujung tanaman, betina mencari tempat bertelur di dekat tanah pada sisa tanaman yang sedang membusuk.

Betina menghasilkan telur sekitar 50 telur. Telur menetas setelah 12 hari.Larva instar 1 selama 19 hari, instar 2 selama 21 hari, instar 3 selama 32 hari, pupa selama 20 hari dan selama 95 hari.

Cara Pengendalian :

 1.Pengendalian secara mekanis pada kumbang dewasa/ imago dilakukan dengan light trap di malam hari saat awal hujan ( awal oktober – pertengahan Desember)

2.Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif   Metarrhizium anisopliae.

MOSA META 100 gram dilarutkan air dalam drum isi 200 liter dan dicampur molase / gula  cair 500 ml. Penyiraman  dilakukan pada larva di daerah potensi sarang.Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva. Satu sachet MOSA  META isi 100 gram digunakan untuk lahan seluas 1000 m 2. Lahan seluas 1 Ha diperlukan 10 sachet MOSA META. Penyiraman / penyemprotan dilakukan tiap 4 bulan pada tahun pertama pengendalian. Pada tahun berikutnya cukup setahun 2 kali.

Satu sachet  / 100 gr MOSA META bisa dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang 50 kg untuk indukan dan diperam selama 2 minggu agar spora lebih berkembang dan aktif. Pupuk kandang indukan 50 kg bisa dicampur dengan pupuk kandang 1 ton untuk luas lahan 1000 m2. Aplikasi disebar merata pada daerah perakaran tanaman.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman  478.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *