Daun keriting pada tanaman cabai akibat serangan hama tungau

Hama Tungau  Polyphagotarsonemus latus  Banks. (Acarina : Tarsonematidae)

 Tanaman Inang :

 Cabai, Tomat, Kentang, Tembakau, Karet, Teh.

Gejala Serangan :

Tungau menghisap cairan pada daun muda sehingga tanaman akan menjadi nekrotik, kaku, dan keriting. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Gejala serangan sangat cepat terlihat, yaitu pada hari ke 8 – 10 tanaman  pucuk tanaman menjadi berwarna coklat.

Biologi Hama :

Disebut Tungau kuning pada tanaman teh yang menyerang berbagai macam tanaman dan tersebar luas. Sering bersembunyi dipermukaan daun muda sebelah bawah.

Tungau berukuran 0,25 mm, bertubuh halus, mendekati transparan, hijau kekuningan, dengan kaki kurus dan bergerak cepat.

Betina memiliki kaki posterior yang kuat. Stadia nympha berwarna putih ransparan. Telur berdiameter 0.1 mm, diletakkan mendatar dipermukaan daun sebelah bawah.

Cara Pengendalian :

Pengendalian dengan agens hayati menggunakan MOSA BN dengan bahan aktif jamur Beauveria bassiana. Penyemprotan dilakukan sore hari dengan dosis 2,5 gram per liter atau 30 gram per tangki isi 14 liter air. Saat dicampur dengan air ditambahkan gula  2 sendok atau Molase.

Penyemprotan dengan insekisida Nabati/Botanik dengan bahan aktif Metilanol 100 g/l. Dosis penyemrotan 1 – 1,5 ml/l atau 10 ml /tangki 14 liter.

Pustaka :

Kalshoven, LGE, 1981, Pest of Crops in Indonesia. Revised and translated by P.A. Van der Laan, University of Amsterdam. PT. Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta. 701 hal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *