Hama & Penyakit . Hama Uret ( Lepidiota stigma F.) pada jagung

Hama Uret  ( Lepidiota stigma F.) pada jagung

Gejala Serangan :

Hama yang menyerang adalah stadium larva yang disebut uret / embug / gayas. Uret hidup diperakaran tanaman dan memakan akar. Selain itu akar kulit pangkal batang juga dimakan.

Karena akar dimakan habis, daun menjadi layu, menguning, kering dan akhirnya tanaman mati. Disekitar perakaran terdapat uret. Tanaman mudah roboh dan mudah dicabut karena akar dimakan uret.

Biologi Hama : 

 

 

 

Larva uret sering dijumpai ditanah berpasir atau tanah berkerikil. Larva tumbuh dengan cepat, pada umur 2,5 bulan panjang 4 cm.

Kumbang disebut ampal dengan panjang tubuh 3,5 – 5 cm, dengan penutup berwarna abu abu coklat, dan terdapat bercak putih dibelakang elytra.

Kumbang dewasa terbang pada periode yang singkat di awal musim  hujan. Kumbang aktif di malam hari dan tertarik dengan cahaya. Kumbang dewasa sedikit makan dedaunan.

Siklus hidup hama uret dari telur hingga dewasa adalah 380  hari.

Cara Pengendalian :

1.Pengendalian secara mekanis pada kumbang dewasa/ imago dilakukan dengan light trap di malam hari saat awal hujan ( awal oktober – pertengahan Desember)

2.Pengaturan masa tanam yang tepat akan mendukung keberhasilan pengendalian hama.

3.Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae.

richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret
richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret

MOSA META 100 gram dilarutkan air dalam drum isi 200 liter dan dicampur molase / gula  cair 500 ml. Penyiraman  dilakukan pada larva di daerah potensi sarang.Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva. Satu sachet MOSA  META isi 100 gram digunakan untuk lahan seluas 1000 m 2. Lahan seluas 1 Ha diperlukan 10 sachet MOSA META.

Satu sachet /100 gr MOSA META bisa dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang 50 kg untuk indukan dan diperam selama 2 minggu agar spora lebih berkembang dan aktif. Pupuk kandang indukan 50 kg bisa dicampur dengan pupuk kandang 1ton untuk luas lahan 1000 m2. Aplikasi disebar merata pada daerah perakaran tanaman.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman  478.

2.Hartati, S. Pengendalian Hama Uret pada Tanaman Tebu, 2013. Pusat Penelitian Gula, PTPN X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *