Hama dan Penyakit pada Budidaya Jambu Biji

Hama Uret / Gayas (Lepidiota stigma)

 Uret pemakan akar, embug, gayas, hama gayas,Hama uret menyerang berbagai tanaman pada lahan tanah  berpasir / gravel.

Larva memakan akar tanaman hingga akar putus.Tanaman yang diserang bisa mati karena akarnya terputus.

Larva/uret tumbuh cepat, saat 2,5 bulan tubuh bisa mencapai 4 cm. Siklus hidup dari telur hingga dewasa  adalah 380 hari.

 Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META / SUPER META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae. MOSA META / SUPER META 30 gram dilarutkan dalam tangki isi 14 liter dan dicampur larutan gula merah cair 5 %. Penyemprotan dilakukan pada larva di daerah potensi sarang. Saat penyemprotan nozel dilepas agar spayer tidak mampat. Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva.


Hama Lalat buah ( Dacus dorsalis Hend )

 Gejala serangan yaitu lalat  dewasa menusuk pangkal buah, bekas tusukan berupa  bintik hitam kecil untuk memasukkan telur.Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat kemudian membusuk sebagian. Buah rontok dan membusuk keseluruhan.

 Lalat buah mempunyai sayap dengan tanda variegata, mengkilat, dengan  ciri khas berupa bintik atau garis.Lalat buah bertelur pada permukaan buah.Telur menetas menjadi larva (belatung) dan hidup di dalam buah, sampai buah rontok dan membusuk. Larva berukuran tidak lebih dari 1 cm. Larva akan keluar ke tanah dan seminggu kemudian berubah menjadi lalat muda.

Pengendalian dengan memasang perangkap berupa  atraktan dengan bahan aktif metil eugenol.

Cara mengatasi alat buah bisa dengan cara lain yaitu membungkus buah setelah kelopak itu hampir jatuh dengan penggunaan plastik bening. Sebelum dibungkus plastik bisa disarungi dulu dengan jaring buah.


Penyakit  Antraknose ( Colletotrichum gloeosporioides Penz)

Penyakit antraknose pada jambu Kristal disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides Penz

Gejala pada tunas terdapat gejala nekrotik berwarna coklat tua pada ujung tunas. Gejala nekrotik berkembang ke pangkal menyebabkan mati ujung.

Pada daun muda yang terserang nekrotik mengering pada ujung dan tepi daun. Akhirnya daun gugur sehingga tinggal ranting kering.

Jamur menginfeksi buah yang masih mentah dan dapat tinggal dorman selama 3 bulan. Bada buah yang mentah terdapat becak becak kecil, yang membesar sedikit demi sedikit. Jamur baru aktif dan menyebabkan gejala busuk pada saat buah mulai matang.

Pengendalian penyakit  antraknose pada jambu kristal dengan agens hayati BIO SPF dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.

bio-spf pupuk hayati untuk budidaya jambu biji
bio-spf pupuk hayati untuk budidaya jambu biji

Saat bibit tanaman akan ditanam bibit disiram dengan larutan BIO SPF. Cara membuat larutan  yaitu 10 gr BIO SPF dilarutkan dalam 10 liter air. Pangkal batang dicelupkan siram dengan larutan BIO SPF sebanyak  200 ml untuk 50 bibit.

Selanjutnya aplikasi dilakukan saat tanaman berumur 3 bulan dengan penyiraman / kocor pada pangkal batang. Satu sendok (10 gr) BIO SPF dicampur dengan 20 liter air dan dikocorkan pada pangkal batang untuk 50 tanaman.Lahan seluas 1000 m2 diperlukan BIO SPF 1 sachet isi 100 gr.

Please follow and like us:
0

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *