Arsip Kategori: agens hayati

Budidaya, Bag II – Budidaya Jambu Air Teknologi Organik MMC.

III. Budidaya Jambu Air.

1.Pengolahan Tanah.

Lahan dibersihkan dari tunggul dan tanaman besar yang mengganggu. Lahan dibajak atau dicangkul. Lubang tanam dibuat satu bulan sebelum datangnya musim penghujan dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm.

2.Jarak Tanam.

Jarak tanam jambu air adalah 8 m x 8 m. Populasi tanaman per Ha adalah 156 tanaman.

  1. Penanaman.

Lubang tanam yang sudah siap diisi dengan pupuk kandang 20 -30 kg per lubang tanam dan dicampur dengan tanah.Bibit okulasi dilepas polybagnya hati hati agar akar tidak putus.Penanaman bibit diletakkan pada lubang disesuaikan dengan besar bibit.

Penanaman dilakukan saat awal musim penghujan pada sore hari.

Selain ditanam di lahan, bibit jambu air bisa ditanam sebagai tabulampot dengan diameter pot minimal 50 cm. Media tabulampot adalh 1 bagian tanah, 1 bagian arang sekam dan 2 bagian pupuk kandang. Lanjutkan membaca Budidaya, Bag II – Budidaya Jambu Air Teknologi Organik MMC.

Budidaya, Bag I -Teknis Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

Teknis Budidaya Kobis Krop,  Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

I. Syarat Tumbuh

  1. Kubis umumnya hanya baik ditanam di wilayah dengan ketinggian 800 > m dpl, yang optimum 1000 – 3000 m dpl. Walupun demikian ada beberapa jenis kobis yang bisa ditanam di daaran rendah.
  2. Suhu udara sekitar 20 o
  3. Tanah gembur, sedikit berpasir, banyak mengandung humus.
  4. Drainase baik sehingga tidak ada genangan air.
  5. pH tanah 6 – 7.
  6. Daerah yang banyakditanamikentangyaitu : Batu (Malang), Tengger, Tawangmangu, Wonosobo, Lembang, Pangalengan, Cipanas,

Lanjutkan membaca Budidaya, Bag I -Teknis Budidaya Kobis Krop, Bunga Kol, Brokoli.(Brassica oleracea)

Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan Tanaman Nanas Tinggi Hasil Dengan Teknologi Organik MMC

Pemeliharaan Tanaman Nanas

Penjarangan Dan Penyulaman

Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan, sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Lanjutkan membaca Budidaya Nanas, Bag III – Pemeliharaan Tanaman Nanas Tinggi Hasil Dengan Teknologi Organik MMC

Penyakit Layu Bakkteri/Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Cabai.

hama penyakit pada cabai - penyakit busuk bakteri pada cabai
hama penyakit pada cabai – penyakit busuk bakteri pada cabai

Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Cabai.

Nama Penyakit : Penyakit Layu Bakkteri pada Cabai (Capsicum frutescens/ Capsicum annuum)

Morfologi Patogen:

Penyakit disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F. Sm. Lanjutkan membaca Penyakit Layu Bakkteri/Pseudomonas solanacearum (E.F. Sm) E.F.Sm.) pada Cabai.

Agens Hayati MMC Untuk Peningkat Hasil Budidaya Ubi Jalar

Berapa kebutuhan pupuk dan pengendali hama-penyakit per Hektar?

Populasi per tanaman per hektar  ± 35.000 tanaman. Sehingga untuk memaksimalkan produksi dibutuhkan kira-kira, lihat gambar. Pupuk organik padat/ fermentasi pupuk kandang, 3 ton (3000 kg) Pupuk Makro NPK 250 kg Pupuk Organik padat MOSA GOLD 10 botol Pupuk Organik Cair, untuk penyemprotan AGRITECH 10 botol Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) Organik HORTECH 10 botol Agens Hayati BIO SPF 10 sachet Fungisida Organik SUPER GLIO 10 sachet

Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN


Lanjutkan membaca Contoh-contoh infeksi bahan aktif TOP BN/ MOSA BN

mosa glio

MOSA Glio (Super Glio), adalah Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp setara 1,6 x 1013 spora/ml. Berkerja ganda mampu mengendalikan dan mengatasi jamur patogen tular tanah (soil borne). Dapat diaplikasikan dengan pupuk kandang atau kompos sebagai media tanam
MOSA Glio (Super Glio),  Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ berbahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp

MOSA Glio (Super Glio), adalah Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp
dan Trichoderma Harzianum setara 1,6 x 1013 spora/ml. Lanjutkan membaca mosa glio

SUPER GLIO – Fungisida Organik Super

SUPER GLIO merupakan pestisida biologi yang mengandung bahan aktif : Gliocladium sp Trichoderma sp Gliocladium sp. berfungsi sebagai, parasitisme, kompetisi, dan antibiosis yang dapat memproduksi gliovirin dan viridin yang merupakan antibiotik yang bersifat fungistatik. Gliovirin merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur patogen dan bakteri. Trichoderma sp mampu menghasilkan sejumlah enzim ekstraseluler beta (1,3) glukonase dan kitinase yang dapat melarutkan dinding sel patogen. Selain menghasilkan enzym, Trichoderma sp juga menghasilkan toksin yang dapat menyerang dan menghancurkan propagul yang berisi spora-spora patogen disekitarnya Juga berfungsi sebagai penghasil antibiotik gliotoksin dan viridin yang dapat melindungi bibit tanaman dari serangan penyakit rebah kecambah.

SUPERMETA – Agens Biologi Sahabat Perkebunan

Pestisida biologi SUPERMETA mengandung Metarhizium anisopliae, yang merupakan jamur entomopatogen, artinya jamur yang bersifat patogen pada serangga.
Supermeta mengandung bahan aktif Metarhizium anisopliae sp, yang merupakan jamur entomopatogen yang bersifat patogen terhadap serangga. Lanjutkan membaca SUPERMETA – Agens Biologi Sahabat Perkebunan

BIO-SPF (Nutrisi dan Proteksi Tanaman)

Bio SPF, bio-spf, bio - spf, biospf

BIO SPF  merupakan salah satu produk pupuk  hayati  pertanian yang berfungsi sebagai :

 

 

 

Lanjutkan membaca BIO-SPF (Nutrisi dan Proteksi Tanaman)