Arsip Kategori: Hama dan Penyakit Tanaman

Hama dan penyakit tanaman adalah organisme yang mengganggu tanaman budidaya sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya terhambat. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman mulai dari benih, pembibitan, pemanenan hingga proses penyimpanan di gudang tidak pernah luput gangguan hama, patogen, gulma ataupun faktor-faktor lain yang mengganggu tanaman tersebut. Seorang peneliti dari India pernah menyatakan bahwa akibat dari kerugian tanaman akibat gulma sebanyak 33%, akibat patogen 26%, hama 26% dan kerusakan penyimpanan sekitar 7%.

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan. Suatu hewan juga dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Contohnya adalah organisme yang menjadi vektor penyakit bagi manusia, seperti tikus dan lalat yang membawa berbagai wabah, atau nyamuk yang menjadi vektor malaria.

Dalam pertanian, hama adalah organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik, dan ke dalamnya praktis adalah semua hewan yang menyebabkan kerugian dalam pertanian.

Istilah “suci hama” juga digunakan sebagai padanan kata “steril” dalam pengertian bebas dari penyebab kontaminasi. :
1 Hama invertebrata
1.1 Serangga
1.2 Nematoda
1.3 Gastropoda
2 Hama vertebrata
2.1 Mamalia
2.2 Burung

Hama Penyakit Tanaman Pare

Hama Dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman pare :

1.Hama Lalat buah (Dacus cucurbitae ).

Hama lalat buah merusak buah dengan cara bertlur pada buah saat buah masih kecil. Lanjutkan membaca Hama Penyakit Tanaman Pare

hama katimumul pada jagung

Hama Uret   : Putul / Gambrengan / Katimumul pada Jagung

 Tanaman Inang :

Jagung, Padi Gogo, Tebu,Shorgum, Sere.

Gejala Serangan :

 Hama yang menyerang adalah stadium larva yang disebut putul, gambrengan, atau katimumul. Uret hidup diperakaran tanaman dan memakan akar. Selain itu akar kulit pangkal batang juga dimakan.

Akar dimakan habis, daun menjadi layu, menguning, kering dan akhirnya tanaman  mati. Serangan pada jagung, padi gogo bisa parah. Serangan pada tanaman tebu bersifat sporadis dan berada pada area yang sempit.

Biologi Hama :

 Kumbang berwarna merah kecoklatan, panjang tubuh 1,25  – 1,4 cm. Merupakan hama penting pada padi gogo di sekitar Wonosari Gunung Kidul.

Kumbang dewasa terbang setelah ada hujan deras pertama kali pada awal musim penghujan. Tidak berpindah jauh, jantang terbang sekitar 100 cm, betina sekitar 10 m.

Betina hidup sekitar 5 minggu dan berlelur di dalam tanah pada kedalaman 5 – 20 cm. Setelah menetas larva / putul makan humus kemudian makan akar tanaman Padi gogo, jagung, tebu, sereh, sorghum dan rumput, juga kacang dan singkong.

Larva berhenti tumbuh setelah 7 bulan saat akhir musim hujan. Pupa istirahat selama 40 hari. Selanjutnya menjadi pupa dengan bertahan selama 2 bulan. Kumbang muda hidup inaktif dengan beristirahat hingga menunggu musim hujan tiba.

Cara Pengendalian :

 1.Pengendalian secara mekanis pada kumbang dewasa/ imago dilakukan dengan light trap di malam hari saat awal hujan ( awal oktober – pertengahan Desember Cara seperti ini di Gunung kidul disebut nyuluh. Hama kumbang Putul yang terkumpul dicuci kemudian digoreng untuk dikonsumsi. Rsanya guruh karena kaya protein.

2.Pengaturan masa tanam yang tepat akan mendukung keberhasilan pengendalian hama.

3.Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae.

MOSA META 100 gram dilarutkan air dalam drum isi 200 liter dan dicampur molase / gula  cair 500 ml. Penyiraman  dilakukan pada larva di daerah potensi sarang.Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva. Satu sachet MOSA  META isi 100 gram digunakan untuk lahan seluas 1000 m 2. Lahan seluas 1 Ha diperlukan 10 sachet MOSA META.

Satu sachet  / 100 gr MOSA META bisa dicampur dengan pupuk kandang yang sudah matang 50 kg untuk indukan dan diperam selama 2 minggu agar spora lebih berkembang dan aktif. Pupuk kandang indukan 50 kg bisa dicampur dengan pupuk kandang  1 ton untuk luas lahan 1000 m2. Aplikasi disebar merata pada daerah perakaran tanaman.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman  479.

Putul/Katimumul Pada Padi Gogo

Hama Uret   : Putul / Gambrengan / Katimumul pada Padi (Phyllophaga helleri (Brsk))

 Tanaman Inang :

Jagung, Padi Gogo, Tebu,Shorgum, Sere.

Gejala Serangan :

 Hama yang menyerang adalah stadium larva yang disebut putul, gambrengan, atau katimumul. Uret hidup diperakaran tanaman dan memakan akar. Selain itu akar kulit pangkal batang juga dimakan. Lanjutkan membaca Putul/Katimumul Pada Padi Gogo

thrips pada tembakau

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca thrips pada tembakau

Serangan hama thrips pada tanaman tomat..

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca Serangan hama thrips pada tanaman tomat..

Thrips (parvispinus Karny ) Pada Cabai

Hama Thrips   Thrips parvispinus  Karny. (Thysanoptera: Thripidae ) Tanaman Inang :  Cabai, Tomat, Tembakau, Kacang Panjang, Timun, Kentang, Ubi Jalar, Kopi.

Gejala Serangan :

Lanjutkan membaca Thrips (parvispinus Karny ) Pada Cabai

Serangan Tungau pada Tanaman Karet ..

Hama Tungau  Polyphagotarsonemus latus  Banks. (Acarina : Tarsonematidae)

 Tanaman Inang :

Karet

Gejala Serangan :

Tungau menghisap cairan pada daun muda sehingga tanaman akan menjadi nekrotik, kaku, dan keriting. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Gejala serangan sangat cepat terlihat, yaitu pada hari ke 8 – 10 tanaman  pucuk tanaman menjadi berwarna coklat. Lanjutkan membaca Serangan Tungau pada Tanaman Karet ..

hama penghisap cairan daun muda Pada Kentang.

Hama Tungau  Polyphagotarsonemus latus  Banks. (Acarina : Tarsonematidae)

 Tanaman Inang :

Kentang,

Gejala Serangan :

Tungau menghisap cairan pada daun muda sehingga tanaman akan menjadi nekrotik, kaku, dan keriting. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Gejala serangan sangat cepat terlihat, yaitu pada hari ke 8 – 10 tanaman  pucuk tanaman menjadi berwarna coklat. Lanjutkan membaca hama penghisap cairan daun muda Pada Kentang.

Hama Diaphorina citri pada Jeruk (Kemuning (Muraya paniculata)

Hama Diaphorina citri Kuwayama  (Hemiptera : Psyllidae)

 Tanaman Inang :

Jeruk ( , Kemuning (Muraya paniculata)

 Gejala Serangan :

Diaphorina citri

Gejala langsung yaitu hama menghisap daun yang sangat mengganggu pertumbuhan daun. Lanjutkan membaca Hama Diaphorina citri pada Jeruk (Kemuning (Muraya paniculata)

Tungau (Polyphagotarsonemus latus Banks) pada Tomat..

Hama Tungau  Polyphagotarsonemus latus  Banks. (Acarina : Tarsonematidae)

 Tanaman Inang :

 Tomat,

Gejala Serangan :

Tungau menghisap cairan pada daun muda sehingga tanaman akan menjadi nekrotik, kaku, dan keriting. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat.

Gejala serangan sangat cepat terlihat, yaitu pada hari ke 8 – 10 tanaman  pucuk tanaman menjadi berwarna coklat. Lanjutkan membaca Tungau (Polyphagotarsonemus latus Banks) pada Tomat..