Arsip Kategori: agrokompleks mmc

kategori umum info agrokompleks mmc, mosa mandiri corporate

Hama Uret : Oryctes rhinoceros L.

Hama Uret   : Oryctes rhinoceros L.

 Tanaman Inang :

Kelapa, Kelapa Sawit, Salak, Sagu, Pinang, Kurma, Nipah

Gejala Serangan :

 Hama yang menyerang adalah stadium kumbang/imago. Pada daun mahkota terdapat tanda daun rusak berupa potongan segitiga. Apabila serangan berlanjut pada titik tumbuh, maka tanaman bisa mati.

  Lanjutkan membaca Hama Uret : Oryctes rhinoceros L.

Hama pada tanaman .. Hama Uret pada Budidaya Tebu

Hama Uret   : Lepidiota stigma (F.)

 Tanaman Inang :

Tebu,

Gejala Serangan :

Hama yang menyerang adalah stadium larva yang disebut uret / embug / gayas. Uret hidup diperakaran tanaman dan memakan akar. Selain itu akar kulit pangkal batang juga dimakan. Lanjutkan membaca Hama pada tanaman .. Hama Uret pada Budidaya Tebu

Budidaya Alpukat, Bag III – Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Alpukat.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit.

1.Hama Aphis gossypii Glov.

Hama Aphid adalah kutu yang saat muda tidak bersayap. Namun saat dewasa mempunyai sayap transparan. Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam. Embun madu disenangi semut sehingga banyak yang datang Lanjutkan membaca Budidaya Alpukat, Bag III – Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Alpukat.

Budidaya Durian, Bag V – Analisa Usaha Budidaya Durian Unggul..

Analisa Usaha Budidaya Durian Unggul.

Asumsi :

  1. Luas lahan 3200 m2
  2. Jarak tanam 8 x 8 m.
  3. Populasi tanaman durian 50 pohon.
  4. Biaya investasi dianggarkan pada tahun 1,6,11,16

Lanjutkan membaca Budidaya Durian, Bag V – Analisa Usaha Budidaya Durian Unggul..

Budidaya Seledri, Bag IV – Panene dan Penanganan Pasca Panen Seledri

IIV.Panen dan penanganan pasca panen seledri

A.Panen seledri

Panen Seledri dilakukan saat tanaman berumur 2,5  bulan sejak pindah tanam.

Ciri ciri tanaman yang siap panen yaitu  daun seledri telah beranak – pinak dan menghasilkan tangkai daun cukup banyak, atau seledri potongan telah mencapai ketinggian tertentu.

Cara panen seledri relatife praktis, namun sangat beragam sesuai jenisnya. Seledri daun dipanen dengan cara memetik tangkai-tangkai daunnya saja secara periodik tiap 1-2 minggu sekali, atau mencabut seluruh rumpunnya.

Waktu panen paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Panen pada siang hari/ terik dapat menyebabkan hasil panen cepat layu dan susut, sehingga kurang laku dipasaran. Lanjutkan membaca Budidaya Seledri, Bag IV – Panene dan Penanganan Pasca Panen Seledri

Budidaya seledri, Bag III – Penegendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Seledri..

  1. Pengendalian Hama Penyakit.

1.Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.)

Serangga dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat-tua dan pada sayap depannya terdapat titik putih dengan garis-garis lurus.

Larva atau ulat berwarna coklat sampai hitam dengan ukuran panjang 4-5 cm.

Daur ( siklus ) hidup hama berkisar antara 6-8 minggu. Lanjutkan membaca Budidaya seledri, Bag III – Penegendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Seledri..

Budidaya Seledri, Bag II – Pemupukan pada tanaman Seledri

  1. 1. Pemupukan Tanaman Seledri

Selain pupuk dasar berupa pupuk kandang, tanaman Seledri juga perlu  pupuk susulan berupa pupuk unorganik dan pupuk organik. Waktu pemupukan susulan pupuk organik yaitu pada umur 1, 3, 5, 7 minggu sedangkan pemupukan unorganik pada umur  2  minggu setelah pindah tanam.

PUPUK ORGANIK

1.Saat umur 1 dan 3 minggu dilakukan Penyemprotan AGRITECH  ke tanaman dengan dosis 3 tutup / tangki isi 14 liter  dan HORTECH 1 tutup / tankiisi 14 liter.

2.Pada umur 5 dan 7 minggu tanaman disemprot dengan AGRITECH dosis 5 tutup / tanki isi 14 liter dan HORTECH dosis 1-2 tutup / tangki isi 14 liter. Lanjutkan membaca Budidaya Seledri, Bag II – Pemupukan pada tanaman Seledri

Budidaya Sayuran, Bag I -Budidaya tanaman SAWI atau Caisin (Brassica sinensis. L.)

Budidaya tanaman SAWI atau Caisin (Brassica sinensis. L.)

  1. Syarat tumbuh tanaman sawi

Sawi atau Caisim (Brassica chinensis L.) termasuk famili Brassicaceae, daunnya panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Sawi mengandung pro vitamin A dan asam askorbat yang tinggi. Lanjutkan membaca Budidaya Sayuran, Bag I -Budidaya tanaman SAWI atau Caisin (Brassica sinensis. L.)

Budidaya seledri, Bag I – Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)

  1. Syarat Tumbuh Tanaman Seledri

Seledri umumnya cocok dikembangkan didaerah yang mempunyai ketinggian tempat antara 1.000 – 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl), udara sejuk dengan kelembaban antara 80 – 90 % serta cukup mendapat sinar matahari .

Perkecambahan benih seledri menghendaki keadaan temperatur minimum 9°C dan maksimum 20°C. Sementara untuk pertumbuhan dan menghasilkan produksi , menghendaki temperature sekitar 15° – 18 °C serta maksimum 24°C.

Keadaan curah hujan pada tanaman seledri berkisar antara 60 -100 mm/ bulan, sedangkan untuk reaksi tanah berkisar antara pH 5,5 – 6,5 atau optimum pada pH 6,0 – 6,8. Lanjutkan membaca Budidaya seledri, Bag I – Budidaya Seledri ( Apium Graveolens L.)