Cara Mengendalikan Lalat Buah

Lalat buah merupakan hama yang agak sulit dikendalikan dengan penyemprotan karena akan banyak cairan semprotan yang tidak mengenai sasaran sehingga terjadi pemborosan. Selain itu, dengan penyemprotan insektisida akan meninggalkan residu racun pada buah-buahan sehingga membahayakan bagi konsumen.

Melaleuca bracteata
Daun Melaleuca bracteata

Cara lain dengan noninsektisida telah banyak digunakan, antara lain dengan pembungkusan buah, pengasapan, dan penjaringan pohon. Namun, hal inipun hanya akan efektif pada kebun yang tidak terlalu luas, mengingat kebutuhan tenaga kerja, biaya, dan waktu penanganan yang tinggi. Salah satu cara yang sudah banyak dilakukan adalah dengan cara membuat dari botol air mineral. Caranya dengan memotong bagian moncongnya dan kemudian dipasang terbalik sehingga berperan sebagai corong.

Alat perangkap tersebut harus diisi zat pemikat/ atraktan yang biasanya berupa senyawa metil eugenol yang kemudian diteteskan pada kapas yang tergantung di dalam botol atau diteteskan langsung pada air di dasar botol. Beberapa jenis zat pemikat telah banyak dijual di pasaran yang terbuat secara sintetis atau dari bahan alami, tetapi harganya dirasa sangat mahal. Dua zat pemikat alami antara lain terbuat  dari tanaman melaleuca dan selasih telah terbukti tidak kalah efektifnya dengan jenis-jenis atraktan yang sudah diperjual belikan di pasaran. Kedua jenis daun ini dapat digunakan dengan dua cara. Cara pertama dengan pemakaian langsung, yaitu daun dicampur air dengan konsentrasi 10% dan ditambah 0,1% deterjen. Cara kedua daun tersebut disuling untuk menghasilkan minyak. Berikut adalah contoh membuat ramuan sederhana dari daun melaleuca.

Bahan :

  • Daun melaleuca (daun wangi)       10 gr
  • Air                                                                  100 cc
  • Deterjen atau sabun colek              0,1 gr

Cara membuat :

Daun melaleuca  yang digunakan adalah jenis melalaleuca bracteata. Tananaman ini bentuk batang, kulit kayu dan daunnya hampir mirip dengan tanaman kayu putih,  namun yang membedakan adalah bentuk bunganya. Bentuk bungnya mirip seperti sikat botol dengan warna merah. Daun dari tanaman ini ditumbuk halus lalu dicampur dengan 100 cc air dan deterjen. Larutan diaduk sampai merata dan diendapkan semalam. Keesokan harinya larutan disaring.

Aplikasi :

Larutan hasil saringan sebanyak 60 cc dimasukkan ke dalam perangkap yang dibuat dari botol minuman air mineral. Perangkap digantungkan pada pohon buah-buahan.

Cara membuat perangkap

Alat Perangkap lalat buah bisa dibuat dari botol bekas air mineral. Setiap sisinya dilubangi sebagai pintu masuk bagi lalat buah. Pada dasar botol diberi air agar lalat yang terperangkap akan mati. Selanjutnya pada mulut botol dimasukkan kawat. Pada ujung kawat yang berada dalam botol diberi kapas. Terlebih dahulu kapas tersebut ditetesi  larutan yang telah kita buat tadi, dan sebaiknya tidak tersentuh air yang berada didasar botol.
Selanjutnya ujung kawat yang berada di luar botol digunakan untuk menggantungkan alat perangkap didahan pohon. Jarak pemasangan perangkap antara satu pohon dengan pohon berikutnya 20 meter. Perangkap digantung pada pohon pada ketinggian 2-3 meter dari permukaan tanah. Setiap minggu air diganti agar bau larutan pemikat lalat buah tidak terpengaruh dengan bau air. Setiap beberapa hari sekali larutan pemikat lalat buah diganti agar bisa efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *