Teknis Budidaya Jagung Manis dan Jagung Hibrida (Zea mays)

budidaya jagung hibrida
budidaya jagung manis

Jagung adalah salah satu alternatif pengganti beras sebagai makanan pokok. Jagung merupakan salah satu khasanah pangan lokal Indonesia. Apabila pertanian jagung ini dikembangkan secara serius, hasilnya lebih meningkat sehingga mampu menambah pendapatan bagi petani.

Jagung dapat dibudidayakan secara monokultur maupun secara tumpangsari.  Berdasarkan umur tanaman ada 3 jenis jagung, yang dapat Anda ketahui meliputi:

  1. Jagung Berumur Pendek (genjah). Umur tanaman 75-90 hari, misalnya varietas Abimanyu, Arjuna, dan Genjah Warangan
  2. Jagung Berumur Sedang (Tengahan). Umur tanaman 90-120 hari, misalnya varietas Hibrida Pioneer 2, malin, Pandu, Metro,Hiprida Cp1-CP2 dan Hibrida C1
  3. Jagung Berumur Panjang. Umur tanaman lebih dari 120 hari, misalnya varietas Bastar, Bima, kania putih dan varietas harapan.

jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol
jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol

Syarat Tumbuh

Komoditas ini mempunyai wilayah adaptasi yang cukup luas mulai lahan subur hingga lahan marginal. Dapat dikembangkan mulai agroekosistem lahan kering, lahan sawah tadah hujan hingga lahan sawah irigasi.

Dalam tahapan budidaya jagung memang tidak memerlukan persyaratan khusus pada kondisi tanah. Namun untuk
mendapatkan hasil produksi secara optimal, kesuburan, kandungan humus, dan keadaan tanah yang gembur, sangatlah
penting. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang tepat dalam menjalan budidaya jagung.

Benih

Benih yang diperlukan sebanyak 20 – 50 kg per hektar dengan daya kecambah minimal 90%. Benih direndam dengan larutan BIO SPF selama 5 menit. Dosis 5 gram BIO SPF dilarutkan dengan 5 liter air. (Lihat : Manfaat perendaman benih dengan BIO-SPF)

Olah tanah

Penyiapan lahan; lahan diolah dengan bajak dan garu. Lahan bisa juga tanpa olah tanah sempurna apabila lahan termasuk lahan yang gembur.

Penanaman

Jarak tanam yang digunakan disesuaikan dengan kondisi lahan, sifat varietas dan musim. Pada kondisi lahan subur sebaiknya digunakan jarak tanam agak lebar dibanding lahan kurang subur. Pada tanah subur pertumbuhan tanaman lebih besar dibanding tanah kurang subur sehingga membutuhkan ruang tumbuh yang lebih lebar. Selain faktor kesuburan tanah, ada varietas yang secara genetis memiliki kanopi lebar sehingga jarak tanam yang digunakan lebih lebar dibanding varietas yang secara genetis memiliki kanopi sempit.

jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol
jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol

Selain faktor kesuburan lahan dan sifat genetis tanaman, musim juga turut menentukan penggunaan jarak tanam.

Jarak tanam lebih lebar dimusim penghujan

Pada musim hujan jarak tanam yang digunakan lebih lebar dibanding musim kemarau. Pada musim kemarau jarak tanam yang digunakan lebih rapat dibanding pada musim hujan.

Hal ini disebabkan pada musim kemarau penguapan air tinggi dibanding musim hujan sehingga untuk mengurangi penguapan air digunakan jarak tanam rapat.

  1. Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 5 cm dengan jarak tanam :
    • Jarak tanaman 75 cm x 40 cm masing-masing 2 biji per lubang tanam dengan populasi 66.000 – 71.000.
    • Jarak tanam 75 cm x 20 cm dengan jumla biji 1 biji per lubang tanam dengan populasi= 66.000 – 71.000.
    • Bisa juga menggunakan cara tanam legowo 90–40cm x 20cm, 1 tanaman/lubang atau 100–40cm x 40cm, 2 tanaman/lubang dengan populasi = 71.000 – 77.000 tan/ha. Penanaman dilakukan dengan tali jarak tanam yang telah diberi tanda sesuai ukuran yang akan digunakan.
  2. Benih dimasukan ke dalam lubang tanam dan tutup tipis dengan tanah atau pupuk kandang. Pupuk kandang 1 ton sebelumnya di campur dengan 10 bolol MOSA GOLD isi 500 gr untuk lahan seluas 1 Ha.

jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol
jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol

Pemupukan

Pupuk Anorganik

Pemupukan dilakukan agar tanaman tumbuh dengan subur dan berproduksi optimal. Pemupukan didasarkan atas kebutuhan tanaman dan status hara tanah. Pupuk yang umum digunakan adalah pupuk tunggal yaitu Urea sebagai pupuk N, SP-36 sebagai pupuk P dan KCl sebagai pupuk K.

Pemupukan dilakukan dua kali yaitu umur tanaman 10 dan 35 hari setelah tanam (hst) pada jenis tanah yang didominasi liat . Untuk tanah yang didominasi pasir pemupukan bisa dilakukan tiga kali yaitu umur 7-10 hst, 28-30 hst dan 40-45 hst.

jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol
Tinggi tanaman bisa mencapai 2 meter

  • Takaran pupuk yang dianjurkan untuk jagung hibrida ini adalah 450 kg Urea per  hektar, 100 – 150 kg SP 36 per hektar dan 50 – 100 kg KCl per hektar.
  • Pemupukan dilakukan secara bertahap,Tahap I 7-10 hari setelah tanam (HST) dengan pupuk yang diberikan 150 kg Urea dan TSP dan KCl seluruhnya diberikan.
  • Sedangkan pemupukan kedua dilakukan pada 30 – 35 HST dengan pupuk yang diberikan hanya 300 kg Urea per hektar.
  • Untuk tanah berpasir pemupukan kedua pada 30 -35 HST dengan pupuk 150 kg Urea per hektar dan pemupukan ketiga 150 Kg Urea per Hektar pada umur 40 – 45 HST.
  • Pemupukan dilakukan pada lubang atau larikan kurang lebih 10 cm di samping tanaman dan ditutup dengan tanah.

Pupuk Organik.

Pemupukan Organik Cair dan Hormon dilakukan saat umur 1minggu HST, 3 minggu HST, 5 minggu HST. Penyemprotan dilakukan saat pagi hari sebelum jam 9, yaitu saat stomata membuka dan dilakukaan pada sisi daun sebelah bawah.

Untuk 1 tanki semprot isi 14 liter air menggunakan 1 tutup HORTECH dan 5 tutup AGRITECH.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST).  Penyiangan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 28 – 30 hari setelah tanam (HST) pada saat sebelum dilakukan pemupukan kedua.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

Penyakit Bulai: Untuk mengendalikan penyakit bulai yang biasa menyerang dikendalikan dengan perlakuan benih. Sebelum tanam benih direndam dengan BIO SPF. Sebanyak 5 gram BIO SPF di larutkan dalam 2 – 5 liter untuk merendam benih jagung selama 1 jam. (Lihat : Manfaat perendaman benih dengan BIO-SPF)

jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol
jagung manis dengan teknologi mmc satu biji tumbuh 2 sd 3 anakan dan tiap pohon berbuah 2 tongkol

 

Irigasi

Irigasi.  Pemberian air atau irigasi dilakukan pada saat musim kemarau.  Pemberian air dilakukan sebelum tanam, 15 hari setelah tanam (HST), 30 hari setelah tanam (HST), 45 hari setelah tanam (HST), 60 hari setelah tanam (HST), dan 75 hari setelah tanam (HST).

Panen

Jagung manis dipanen saat umur kira kira 60 hari, ditandai dengan rambut jagung sudah kecoklatan. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dipilih tongolnya sudah berisi namun belum tua, sehingga cocok untuk jagung rebus maupun jagung bakar.

 

Teknologi sederhana untuk membantu panen jagung pipil - Alat pemipil jagung
Teknologi sederhana untuk membantu panen jagung pipil – Alat pemipil jagung

Jagung sudah dapat dipanen jika klobot atau kulit jagung sudah mengering dan berwarna coklat muda,dengan biji mengkilap dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas.

 


Kisah Sukses

Berikut ini salah satu kisah sukses petani jagung hibrida dengan metode budidaya organik

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *