Busuk Hati dan Busuk akar pada Nanas oleh Phytophthora sp.

Penyakit busuk hati dan busuk akar bisa disebabkan infeksi bakteri maupun jamur. Tetapi dikhususkan/spesifik pembahasan artikel ini yang disebabkan oleh jamur Phytophthora spp.

Penyakit busuk hati pada nanas yang disebabkan oleh phytopthora cinnamomi. Sumber : www.itfnet.org

Penyebab busuk hati pada nanas (heart rot): Phytophthora cinnamomi, Phytophthora nicotianae var. parasitica, Phytophthora parasitica.

Gejala spesifik:

Tanaman muda yang terserang busuk hati mempunyai daun yang nekrotis dengan ujung nekrosis. Daun-daun muda mudah dicabut dan pangkalnya busuk. Bagian daun yang busuk mempunyai batas berwarna coklat. Selain busuk hati jamur juga menyebabkan pembusukan pada bagian besar sistem perakaran.

Pembusukan dapat meluas ke bagian batang tanaman. Bagian yang busuk mengeluarkan aroma yang tidak enak. Tanaman tua jarang terinfeksi, biasanya hanya sebatas pada jaringan sukulen pada bagian atas batang. Gejala lanjut tidak selalu menyebabkan kematian tanaman, dapat juga hanya berupa rebah dand aun-daunnya mati.

Deskripsi :

Phytophthora adalah jamur yang dapat bertahan lama dalam tanah yang mengandung bahan organik. Jamur dipencarkan dengan tanah, air pengairan, alat alat pertanian, dan percikan air hujan.

Hifa kasar dengan diameter mencapai 9µm, tebalnya tidak teratur, tetapi tidak ditemukan bengkakan hifa. Sporangiofor lebih halus daripada hifa miselium dan bercabang tidak teratur. Sporangium berbentuk oval, pada puncaknya tidak mengalami penyempitan yang jelas, serta simpodial. Sporangium berbentuk oval, rata-rata berukuran 30-38 µm dan sering dibentuk secara interkalar. Sporangium terbentuk hanya jika miseliumnya terendam oleh air. Klamidospora berukuran mencapai 60 µm dan setelah tua berwarna cokelat kekuningan.

Jamur/cendawan ini bertahan cukup lama dalam tanah yang mengandung bahan organik. Pemencaran cendawan terutama dalam bentuk miselium bersama-sama dengan tanah atau bahan organik, irigasi, alat-alat pertanian, dan percikan air hujan.

Pengendalian :

  • Drainase tanah yang baik dan penggunaan bahan tanam yang sehat dapat membantu meminimalkan penyebaran penyakit.
  • Penggunaan agens hayati MOSA GLIO (SUPER GLIO) dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum. Agens hayati ini dapat mengantisipasi penyebaran dan merebaknya berbagai jamur patogen termasuk Phytopthora sp tersebut.
  • Cara aplikasi : Lihat aplikasi penggunaan agens hayati MOSA GLIO.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *