Budidaya Wortel, Bag I – Panduan Lengkap Budidaya Wortel …

Panduan Lengkap Budidaya Wortel

(Daucus carota L)

A.Syarat Tumbuh.

Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman sayuran yang diambil umbinya. Sayuran dengan umbi berwarna oranye terang, tekstur renyah, dan rasa sedikit manis ini sangat digemari karena merupakan sumber  vitamin A, vitamin B dan vitamin C.

Jenis Tanah:

Wortel dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan tekstur lempung berpasir, bersifat gembur dan banyak mengandung humus.

Derajat keasaman tanah  yang sesuai yaitu pada pH : 5.5 – 6,5. Pada pH di bawah 5 tanaman wortel sulit membentuk umbi secara normal.

Ketinggian tempat  / altitude:

Sesuai dibudidayakan pada ketinggian 1000-1200 m dpl. Apabila ditanam pada ketinggian 500 mdpl bisa tumbuh namun kurang optimal.

Iklim.

Tanaman wortel menghendaki suhu dingin  yaitu sekitar 20 – 26 oC dengan kelembaban udara (RH) sekitar  70 – 80 %.

 Jenis Jenis Wortel.

Ada tiga jenis wortel yang umum dibudidayakan oleh petani yaitu :

a.Imperator.

Umbi berbentuk  bulat panjang dengan ujung lancip. Panjang umbi 20 – 30 cm. Pada umbi biasanya tumbuh akar serabut. Wortel jenis ini kurang disukai karena rasanya kurang manis

Contoh wortel jenis Imperator yaitu: Scarlet wonder.

b.Chantenay :

Umbinya bulat panjang, bersih dari akar serabut, ujung tumpul cenderung membulat. Panjang umbi 15 – 20 cm.

Conoh wortel jenis Chantenay yaitu : Royal cross.

c.Nantes :

Umbi berbentuk peralihan dari kedua jenis wortel di atas. Jenis wortel ini ada yang berukuran pendek  5 – 6 cm dan ada yang berukuran panjang 10 -15 cm.

Adapun secara keseluruhan jenis jenis wortel yang ada 7 jenis, namun beberapa jenis jarang dibudidayakan petani di Indonesia.

Jenis jenis wortel :

  1. Budidaya Tanaman wortel.
  2. Pengolahan Lahan.

Budidaya wortel menghendaki lahan yang gembur. Untuk menggemburkan lahan dilakukan dengan dicangkul atau dibajak dengan hand traktor sedalam kurang lebih 40 cm.

Kedalaman ini sangat penting mengingat tanaman wortel akan dipanen umbinya. Tanah yang gembur memberikan cukup udara air dan keleluasaan pada umbi untuk tumbuh dengan sempurna.

Budidaya wortel pada struktur tanah yang keras akan menghambat pertumbuhan umbi. Bentuk umbi menjadi pendek-pendek dan tumbuh cabang pada badan umbi.

Setelah tanah digemburkan buat bedengan dengan lebar satu meter dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan.

Ketinggian bedengan sekitar 20-30 cm. Saat membentuk bedengan ditebar  campuran pupuk kandang 50 kg yang sudah dicampur MOSA GLIO 100 gram untuk lahan 1000 m2. Agar lebih mudah campuran 50 kg MOSA GLIO dicampur pupuk kandang 1,5 – 2 ton sebagai pupuk dasar untuk lahan 1000 m2.

Dosis pemberian pupuk sebanyak 15-20 ton per hektar. Jumlah tepatnya sesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.

  1. Penanaman Benih.

Buat larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih. Jarak antar larikan 20 cm dengan kedalaman sekitar 5 cm

Penanaman benih dalam budidaya wortel bisa dilakukan secara langsung, tanpa tahap penyemaian terlebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya wortel adalah sekitar 3 – 5 kg per hektar.

Rendam benih dengan larutan BIO SPF selama 10-15 menit kemudian tiriskan sebentar. Fungsi perendaman dengan BIO SPF untuk imunisasi guna mengantisipasi serangan jamur  selama masa budidaya dan  merangsang pertumbuhan benih saat di larikan tanaman.

Benih wortel  ukurannya cukup kecil dan cenderung menempel karena mempunyai serabut seperti bulu pada permukaannya. Sebelum ditaburkan benih digosok-gosok terlebih dahulu dengan telapak tangan agar benih tidak saling menempel. Bisa juga benih di campur  abu atau  pada benih tersebut.

Benih ditabur diatas larikan kemudian tutup dengan tanah tipis. Apabila tanahnya kering siram sedikit untuk menjaga kelembabannya. Tanaman wortel akan tumbuh setelah 10 hari.

3.Pemeliharaan.

Pemeliharaan tanaman wortel cukup mudah yaitu menyiangi gulma dan menjaga agar tanah tidak telalu kering juga tidak ada genangan.

Apabila tanaman sudah berumur 1 bulan dilakukan penjarangan dengan memindah tanaman yang terlalu rapat. Jarak antar tanaman kurang lebih 5 – 10 cm dalam larikan. Jarak antar larikan tetap 20 cm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *