Budidaya Sengon (Abizia falcataria)

  • Umur panen 5 – 6 tahun
  • Potensi 150 sd 200 batang per 1000m2
  • Bisa dengan tumpang sari dari awal sampai 2,5 tahun

Mengenal Sengon

kebun budidaya sengon

Sengon mempunyai dua nama latin, yakni Albizia falcataria (L) Fosberg dan Paraserianthes falcataria (L) Nielsen. Sengon mempunyai nama daerah yang bermacam-macam.  Sengon dikenal dengan berbagai sebutan seperti; albasia, jeungjing (Jawa Barat), sengon laut, mbesiah (Jawa Tengah), sengon sebrang (Jawa Timur dan Jawa Tengah), jing laut (Madura), pute (Sulawesi), rawe, selawoku merah, seka, sika, sika bot, sikahm, tawasela (Maluku), bae, bai wahogon, wai, wikie (Irian Jaya). Tetapi meskipun namanya banyak, tetapi sebutan yang paling akrab adalah ‘sengon’. Pohon sengon berbatang lurus, tidak berbanis, kulit kelabu keputih-putihan, licin, tidak mengelupas dan emmiliki bebas cabang mencapai 20 m. Tajuk berbentuk perisai, agak jarang dan selalu hijau. Tajuk agak jarang ini memungkinkan untuk ditumpangsari dengan beberapa jenis tanaman, misalnya jenis tanaman perdu.

Sengon berdaun majemuk ganda. Jenis daun seperti ini merupakan ciri bagi suku Mimosaceae seperti halnya pohon turi (Sesbania grandiflora), putri malu (Mimosa pudica), dan petai cina (Leucaena glauca). Pada intensitas cahaya rendah, khusunya pada sore hari menjelang malam, anak daun mudah terkulai.

Bagus untuk pakan ternak

Daun-daunannya yang mengandung protein tinggi sangat baik sebagai pakan alami ternak, sapi,kerbau hingga kambing etawa dan domba. Ujung perakaran yang kaya akan nodul akar yang bersimbiosis dengan rhizobium menjadikan porositas dan kesuburan  tanah meningkat.

Pohon ini berbunga sepanjang tahun dan berbuah pada bulan Juni – November  (umumnya pada akhir musim kemarau). Jumlah benih/kg dapat mencapai 40.000-55.000 biji atau 36.000 biji per 1 dengan daya kecambah rata-rata 80%. Bunga sengon tersusun dalam bentuk malai dengan ukuran daun mahkota yang kecil seperti sekitar 0,5 – 1 cm. Benang sari menonjol lebih panjang dari mahkota. Warna bunga putih kekuningan. Kuntum bunga yang mekar berisi bunga jantan dan bunga betina. Cara penyerbukan bunga yang sedikit berbulu ini dibantu oleh serangga dan angin.

Bagus untuk penghijauan dan Rehabilitasi Lahan Kritis

Dengan umur yang sama pertumbuhan sengon - kanan - lebih cepat dari akasia
Dengan umur yang sama pertumbuhan sengon – kanan – lebih cepat dari akasia

Kayu sengon lurus panjang dan diameternya dapat mencapai 100 cm. Perakaran terbentang melebar. Di samping susunan akar yang agak dangkal, terdapat pula susunan akar yang berkembang menghujam ke dalam tanah. Semakin besar, semakin kuat perakaran serabunya sehingga mengurangi risiko terputusnya perakaran sengon. Sebagaimana tanaman legum lainnya, pada akar mengandung bintil akar atau nodul akar. Bintil akar ini dapat mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi amobia (NH3) yang dapat dimanfaatkan oleh pohon inang untuk pertumbuhan. Dengan sistem perakaran seperti ini, sengon menjadi pohon yang cocok untuk dijadikan pohon utama dalam program penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis. Penanaman sengon dirasa tepat karena disamping perakarannya yang kuat, pertumbuhan cepat, namun perakarannya tidak terlalu menonjol , dan akar rambutnya berfungsi sebagai pengikat Nitrogen sehingga tanah di sekitrnya menjadi subur.

Buah sengon berbentuk polong, pipih dan tipis. Berwarna hijau sampai cokelat bila sudah masak. Panjang buah 6-12 cm, dengan polong buah berisi 15 sd 30 biji. Bila sudah masak, biji akan terlepas dari polongnya, berbentuk elips seperti perisai kecil. Ketika masih mudah berwarna hijau sedangkan bila sudah masak coklat kehitam-hitaman, agak keras serta licin.

Syarat Tumbuh Sengon

Sengon dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, namun idealnya pada jenis tanah ultisol dan oxisol. Ultisol adalah tanah yang mempunyai penimbunan liat di lapisan bawah, bersifat masam dan kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. Tanah ini dahulu disebut ebagai podsolik merah kuning yang banyak terdapat di Indonesia. Sedangkan Oxisol merupakan tanah tua sehingga mineral mudah lapuk tinggal sedikit. Kandungan liatnya tinggi tetapi tidak aktif sehingga kapasitas tukar kation rendah (kurang dari 16 me/100 g liat), banyak mengandung oksida-oksida besi maupun oksida-oksida Al. Tanah ini dahulu disebut tanah latosol atau tanah laterik.

budidaya sengon
Dengan pengelolaan seadanya pun sengon masih dapat tumbuh dengan baik.

Sengon menyukai pH tanah yang netral hingga basa dan membutuhkan phospat dalam jumlah agak besar. Meskipun sengon cukup toleran terhadap tanah yang mempunyai masalah dengan salinitas, tetapi untuk perbaikannya perlu diupayakan pH tanah senantiasan dalam keadaan netral. Untuk itu tanah yang terlalu asam pH-nya dapat dinaikkan dengan kapur pertanian (dolomit).

Sengon cocok di daerah tropik dengan ketinggian ideal 0-1500 meter dpl. Sengon memerlukan sinar matahari yang cukup dan sengon dapat tumbuh optimal pada kelembaban antara 50-75%.

Persiapan Lahan

Mencari lahan yang sesuai untuk budidaya sengon tidaklah sulit. Selagi ada lahan kosong yang cukup luas dengan kesuburan tanah memadai, sengon mudah tumbuh di lokasi tersebut. Untuk budidaya skala kecil dan menengah, lahan yang digunakan sebaiknya mempunyai karakteristik sebagai berikut;

  1. Lokasi relatif datar dengan kemiringan maksimum 25% dan ketinggian antara 10 – 800 meter dpl
  2. Lapisan solum tanah cukup tebal
  3. Ketersediaan air tercukupi dengan curah hujan minimal 15 hari hujan dalam 4 bulan kering
  4. Lokasi mudah dijangkau
  5. Jika lahan/lokasi berada pada kemiringan, sebaiknya disekelilingnya ditanami pohon lain yang mempunyai kemmapuan menahan tiupan angin.

Penanaman

Sebelum ditanami sebaiknya lahan perlu diolah. Pengolahan bisa dengan pencangkulan tanah yang akan dibuat lubang tanam sedalam 20 – 125 cm. Kemudian bongkaran tanah dibolak balik hingga gembur. Pada lahan miring/lereng olah tanah dilakukan pada radius 1-2m di sekitara lubang tanam agar tidak mudah erosi. Setelah dicangkul baru dibuat lubang tanam dengan sistem cemplongan.

Waktu Penanaman sengon sebaiknya pada awal penghujan. Pada budidaya sengon umumnya dikenal 2 sistem penanaman, yakni; sistem tumpang sari dan sistem cemplongan.

Lubang tanam dan jarak tanam

Lubang ukuran 30x30x30 cm dan jarak dalam barisan 1,5-2 meter, biarkan terbuka 2-3 minggu , sambil menyiapkan pupuk kandang jadi yang telah dicampur dengan SUPERGLIO/MOSA GLIO untuk mencegah berkembangnya jamur yang merugikan.

Penanaman dilakukan diawal musim hujan dengan catatan polibag harus disobek bola tanah dibuka tanpa pecah, kemudian ditanam. Dengan kedalaman leher akar 5 cm dari permukaan tanah supaya tertanam kuat.

Perawatan dan Pemupukan

Meskipun sengon adalah tanaman tahunan sehingga perawatannya relatif mudah, namun perlu juga dilakukan perawatan dan pemupukan. Terutama pada tanaman sengon muda, yang rentan terhadap hama dan penyakit. Hal ini juga agar sengon dapat tumbuh optimal dan cepat besar untuk segera dipanen, sengon perlu dipupuk secara rutin.

Kocor dengan MOSA GOLD untuk membantu tanaman cepat beradaptasi dengan  mendapat supplay makanan dan unsur yang lengkap untuk mempercepat pertumbuhan . Hal ini bisa dilakukan 2 – 4 bulan sekali dengan dosis  1 botol (500gr) untuk 100 batang  dengan cara di kocorkan atau ditanam bersama NPK didekat perakaran dengan dosis ditingkatkan , hingga tanaman berumur 3 tahun.

Untuk membantu proses alami ketersediaan pupuk N, dapat dikocor dengan rhizobium bio promotor. Bakteri Rhizobium sp di akar sengon, mengikat nitrogen sebagai pengganti Urea. Iskandar menyarankan untuk lahan kritis dan berkemiringan curam, sebaiknya menggunakan sistem budidaya tumpangsari.

Penyemprotan dengan AGRITECH 5 tutup dan HORTECH 1 tutup per tangki sebulan sekali akan mempercepat pertumbuhan tanaman secara signifikan dibanding tanpa penyemprotan.

Penyulaman segera dilakukan untuk tanaman yang mati atau tak kunjung besar karena kelainan akar, penyiangan gulma minimal di piringan, dan pendangiran untuk menggemburkan perakaran.

Perempelan dan penjarangan dilakukan untuk mendapatkan batang lurus dan berkualitas.

Penanaman tanaman sela tumpangsari

Penanaman tanaman lain untuk menambah penghasilan bisa dilakukan sejauh tidak mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Penanaman Kapulaga, dan jenis jahe-jahean dapat menambah keuntungan  lain yakni menghambat pertumbuhan gulma rumputan, dan bisa dipanen beberapa kali hingga tanaman sengon pun dipanen pada umur 5-7 tahun.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *