Model Usaha Pemijahan Lele Panen 60 Hari (Ala Pak Nugroho)

  • 1 kali pemijahan 3 x 4 m bisa mendapatkan 20 ribu ekor lebih
  • Dengan MMC MINA menekan risiko kematian, menumbuhkan pakan alami, bibit seragam dan kolam tidak bau
  • 1 botol cukup untuk 4 kolam 
  • Omset bisa 2 jutaan per periode (2 bulan )

kolam terpal pemijahan lele dengan tempat telur-telur lele dari ijuk
kolam terpal pemijahan lele dengan tempat telur-telur lele dari ijuk

Budidaya pemijahan lele lumayan menggiurkan, mengingat kebutuhan bibit lele yang terus meningkat.
Sementara untuk budidaya lele ini bisa dibuat dengan model kolam terpal. Seperti yang dilakukan oleh Bpk Nugroho yang telah membudidayakan pembibitan lele selama beberap periode.
Indukan lele yang dipilih oleh Bpk Nugroho yang tinggal di dusun Temulawak Sleman ini adalah jenis lele Afrika dan Mutiara. Lele Mutiara lebih unggul dalam hal kecepatan besarnya dibandingkan dengan lele Afrika. Namun untuk mendapatkan indukan lele Mutiara perlu merogoh kocek lebih banyak yakni 60 ribu per kilonya dibandingan dengan indukan lele Afrika yang hanya 20 ribu per kilonya. Berdasar pengalaman Bapak Nugroho, indukan paling produktif adalah yang sudah berumur 1 tahunan lebih.

Sebelum ditempatkan di kolam pemijahan yang terbuat dari terpal berukuran 3 meter x 4 meter x 60 cm (tinggi), indukan ditempatkan di kolam penampungan sementara berukuran 2 x 1 x 1 meter. Dalam kolam penampungan ini diberikan suplemen organik MMC MINA. Dosis pemberian 10cc ( 1 tutup) MMC Mina dicampur ± 1 liter ( 1 gayung) kemudian disebar merata di kolam.


Persiapan kolam pemijahan

Sebelum indukan dipindahkan, Pak Nugroho memberikan tempat telur-telur ikan berupa jalinan ijuk. Kemudian kolam diberi air bersih dan ditebari dengan MMC MINA. Ketinggian air kolam cukup dangkal, yakni kira-kira 40 cm dan didiamkan selama kira-kira 1 minggu sebelum indukan tersebut dipindah. Perbandingan 1 kolam biasanya diisi 1 ekor jantan dan 2-3 ekor betina.

Dalam 1 kolam pemijahan ini, pak Nugroho bisa mendapatkan bibit lele kira-kira sampai 20 ribu ekor lebih yang siap untuk dijual setelah dibesarkan kira-kira 1 bulan.

Tentu saja resiko kematian bibit adalah momok yang ditakuti oleh peternak pembibitan Lele. Hal ini juga yang pernah dialami oleh Pak Nugroho selain juga resiko lainnya seperti boros pakan, ukuran bibit yang tak imbang sampai dengan bau kolam. Namun hal ini sudah tidak dialami lagi oleh Pak Nugroho setelah beliau memberikan suplemen MMC MINA pada air kolamnya.

Jika 1 bibit saja umur 1 bulaan dirata-rata laku 100 rupiah, kemudian dikalikan 20 ribu ekor, maka terbayang berapa omset yang didapat oleh Pak Nugroho dalam 1 kali periode pemijahan.

Tertarik?

 


 

(Litbang Agrokompleks MMC – )