Budidaya Kelengkeng, Bag III – Hama dan Penyakit utama pada Lengkeng

bio-spf untuk kelengkeng
bio-spf agens hayati untuk pengendalian penyakit pada kelengkeng

Selain pemupukan dan perawatan tanaman, perlu juga dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada budidaya kelengkeng agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sebaiknya diutamakan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, sehingga pengendalian hama dan penyakit ditekankan pada tindakan preventif / pencegahan.

Berikut ini hama dan penyakit utama pada budidaya kelengkeng ;


Penyakit akar putih.

Pohon yang sakit daun daunnya menguning dan layu, daun berguguran sehingga tanaman menjadi gumndul dan mati. Sering menyerang tanaman muda yang berumur 10 tahun.

Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus lignosus.

Akar tanaman terdapat benang-benang jamur putih dan agak tebal yang umbuh sepanjang akar Rhizaomorfbercabang banyak dan sering melebar seperti jala

Pengendalian :

Pengendalian dengan cara mekanis yaitu dengan membongkar tanaman kelengkeng yang sakit dan dan akar akar dibakar agar tidak menjadi sumber peyaki.

Pengendalian dengan agens hayati MOSA GLIO  dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp. MOSA GLIO 100 gr dicampur dengan pupuk kandang yang matang 50 kg.Campuran diperam selama 5 hari. Cara aplikasi yaitu campuran MOSA GLIO disekitar akar serabut. Dosis 100 gr MOSA GLIO digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.


Penyakit Jamur Upas

Penyakit jamur upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor. Tanaman yang terserang menunjukkan gejala mengeluarkan cairan lateks berwarna coklat kehitaman yang meleleh di permukaan batang tanaman.

Pengendalian :

Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.


Penyakit Busuk Buah

Penyakit disebabkan oleh jamur Gloeosporium sp Gejala berupa becak coklat kebasahan pada kulit buah. Selanjutnya buah menjadi busuk. Sedangkan pada tangkai buah jamur Gloeosporium sp membentuk miselium berwarna putih di tangkai buah yang matang.

Penyakit merusak buah saat buah dalam pengangkutan, namun penyakit telah menginfeksi tanaman sejak buah belum masak.

Pengendalian :

Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.


Hama Uret / Gayas (Lepidiota stigma)

Hama uret menyerang berbagai tanaman pada lahan tanah  berpasir / gravel.

Larva memakan akar tanaman hingga akar putus.Tanaman yang diserang bisa mati karena akarnya terputus.

Larva/uret tumbuh cepat, saat 2,5 bulan tubuh bisa mencapai 4 cm. Siklus hidup dari telur hingga dewasa  adalah 380 hari.

richtes renocheros hama kumbang tanduk yang dikenalikan dengan agens hayati mosa meta supermeta dari semenjak larva atau uret
richtes renocheros hama kumbang tanduk yang yang menjadi hama bagi tanaman perkebunan seperti kelapa dan kelapa sawit, pada saat stadium larva dikenal dengan uret yang menjadi hama bagi tanaman kelengkeng dengan memakan akar. Pengendalian hama uret ini dengan agens hayati mosa meta / supermeta ini selain menjamin terkendalinya hama uret, juga tidak mematikan mikroorganisme menguntungkan di dalam tanah.

Pengendalian :

Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae. MOSA META 30 gram dilarutkan dalam tangki isi 14 liter dan dicampur larutan gula merah cair 5 %. Penyemprotan dilakukan pada larva di daerah potensi sarang. Saat penyemprotan nozel dilepas agar spayer tidak mampat. Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *