Pedoman Singkat Budidaya Karet (Havea Brasiliensis)

Pohon karet yang mulai disadap
Pohon karet yang mulai disadap

Karet adalah bahan utama pembuatan Ban, beberapa Alat-alat kesehatan, alat-alat yang memerlukan kelenturan dan tahan goncangan. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Karet (Havea brasiliensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan, sumber utama bahan karet alam dunia.

Tanaman karet bukan merupakan tanaman asli Indonesia, tetapi berasal dari daerah tropis Brazil.  Namun, iklim di Indonesia sangat cocok untuk mengembangkan karet, bahkan lebih baik dibanding negara asalnya.

Cocok ditanam di daerah tropis di daerah antara 100 LU – 100 LS. Tumbuh dengan baik pada ketinggian 1 – 200 m dpl. Di atas 200 m, pada setiao kenaikan tempat 100 m, maka pencapaian sadap akan terlambat 6 bulan, dan mudah dijangkiti bermacam macam penyakit.

Kedalaman tanah yang ideal adalah 100 cm. Sifat fisik tanah jauh lebih penting dibanding sifat kimia tanah.Tanah tanah dengan sifat kimia yang kurang subur masih dapat dengan mudah diperbaiki baik melalui peningkatan pH, penambahan bahan organik, maupun pemupukan berimbang.Bisa ditanam pada tanah yang kurang subur dengan penambahan dan pengelolaan tanah yang baik seperti tanah jenis latosol dan aluvial. Derajat keasaman  tanah yang optimal adalah (pH) 5 – 6.

Curah hujan 2000 – 2500 mm / tahun adalah kondisi yang optimum untuk pertumbuhan. Menghendaki intensitas sinar matahari yang cukup yaitu  5 – 7 jam perhari.

Pemilihan Bibit pada Budidaya Karet

Bibit yang umum digunakan di perkebunan rakyat, swasta dan pemerintah adalah bibit okulasi. Bibit okulasi diperoleh dari bibit yang berasal dari benih sebagai batang bawah sedangkan batang atas berasal dari klon unggul.

Kualitas dan standar mutu bibit harus diperhatikan mulai dari biji untuk batang bawah sampai bibit karet yang siap ditanam dilapang (klon).

  • Biji batang bawah

Berasal dari pohon induk yang berumur minimal 10 tahun dan berasal dari klon diketahui pasti. Biji masih segar, bernas, mengkilat, tidak berlobang dan tidak cacat.

  • Biji yang sudah disemai dan akan dipindahkan ke pembibitan.

Telah berkecambah sebelum hari ke-22, akar tunggang kecambah lurus, biji bebas hama dan penyakit

  • Bibit batang bawah untuk okulasi

Pertumbuhan bibit relatif seragam, sudah mencapai diameter batang tertentu untuk diokulasi hijau atau coklat.

  • Mata okulasi entres

Berasal dari kebun kayu okulasi (kebun entres) yang sudah dimurnikan, terawat baik dan sehat.

  • Stum mata tidur

Akar tunggang lurus, tidak bercabang, mempunyai akar lateral 5-10 cm dan panjang akarnya 35cm. Umur stum tidak lebih dari 12 bulan.

  • Bahan tanam dalam polybag

Tinggi daun payung pertama diukur dari pertautan okulasi sampai titik tumbuh >25 cm dan diameter minimal 8 mm diukur pada ketinggian 10 cm dari pertautan okulasi. Daun hijau segar dan sehat.

Pembibitan karet
Pembibitan karet

Klon Karet

Klon di Indonesia dihasilkan oleh lembaga riset pemerintah atau swasta, misalkan Balai penelitian Karet Getas, Sungai Putih atau Sembawa atau Bah Lias Riset PT London Sumatera Plantation.

Klon Lateks ;

BPM 24, BPM 107, BPM 109, IRR 104, PB 260, PB 217

Klon Lateks-Kayu ;

BPM 1, PB 330, PB 340, RRIc 100, AVROS 2037, IRR 5, IRR 32

Klon Kayu ;

IRR 70, IRR 71, IRR 72, IRR 78

Tanah dan jarak tanam

  • Tanah dengan dengan kemiringan diatas 10º dibuat teras, lebar teras minimal  1.5 m, jarak antar teras 6 untuk jarak tanam 6 x 3m. Pada tanah yang landai dibuat rorak yang berguna untuk mencegah erosi dan sebagai aliran air.
  • Untuk kerapatan per Ha 550 pohon maka jarak tanam adalah 6x3m.
  • Pada titik pancang dibuat lobang tanam minimal 2 minggu sebelum tanam dengan ukuran minimal 40 cm x 40 cm x 40 cm.
  • Sebelum penanaman dilakukan pemupukan untuk memacu pertumbuhan akar karet yang baru ditanam.

Lahan karet mitra mosa mandiri di Mangunwati
Lahan karet mitra Mosa Mandiri di Mangunwati

Penanaman Bibit pada Budidaya Karet

Bibit karet dalam polybag yang siap tanam kelahan ditandai dengan payung daun terakhir sudah tua. Penanaman sebaiknya dilakukan saat musim hujan. Apabila ditanam pada musim panas sebaiknya lubang tanam disiram dahulu.

Penyulaman Bibit

Bibit yang baru ditanam harus diperiksa setiap 1-2 minggu. Bibit yang mati segera disulam agar populasi tanaman dapat dipertahankan.

Pembuangan tunas palsu dan tunas cabang

Tunas palsu dan tunas cabang harus dibuang sebelum tunas berkayu. Tunas cabang adalah tunas yang tumbuh pada batang utama pada ketinggian sampai dengan 2,75 sampai 3 meter.

Pembentukan Percabangan

Pembentukan dan perangsangan percabangan dapat dilakukan dengan berbagai cara , namun cara yang dianjurkan adalah dengan penyanggulan.

Penanaman Tumpang  Sari

Tumpangsari bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi resiko rendahnya harga pada suatu komoditas, dan memberikan pendapatan pada masa sebelum produksi.

Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan matang sadap. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan 2 kali setahun pada saat pergantian musim. Pergantian musim penghujan ke musim kemarau yaitu bulan April. Sedangkan pergantian musim kemarau ke musim penghujan yaitu bulan Oktober.

Berikut rekomendasi pemupukan pupuk Makro dan Mikro pada budidaya karet;

tabel pemupukan pupuk makro pada budidaya karet

Tabel pemupuklan mikro pada budidaya sawit
Tabel pemupuklan mikro pada budidaya sawit

Penyadapan pada Karet

Panen lateks dilakukan dengan cara penyadapan. Penyadapan dilakukan dengan perimbangan teknis agar produksi tinggi, menguntungkan, dan tanaman tetap sehat. Tanaman dengan perumbuhan normal siap disadap pada umur 5 tahun hingga umur produksi selama 25 – 30 tahun.

penyadapan pada karet
penyadapan pada karet

Penentuan Matang Sadap

Dikatakan matang sadap jika lilit batang sudah mencapai 45 cm pada ketinggian 1 m dari permukaan tanah, dan jumlah tanaman yang matang sadap 60% dari populasi. Penyadapan dapat dilakukan mulai dari ketinggian 130 cm diatas pertautan okulasi. Gambar bidang sadap berbentuk spiral dari kiri atas ke kanan bawah dengan sudut sadapan 300 – 400. Pembuatan sudut sadap menggunakan mal sadap/patron.

Peralatan Sadap

Peralatan sadap terdiri dari mal sadap  / patron, pisau sadap, talang lateks / spout, mangkuk / cawan, cincin mangkuk, tali cincin, meteran, pisau mal, dan quadri / sigmat.

Penggambaran Bidang Sadap

Untuk menggambarkan bidang sadap digunakan mal sadap.

Pelaksanaan Penyadapan

a. Kedalam irisan 1 – 1,5 mm dari lapisan kambium kayu

b. Tebal irisan kulit (konsumsi kulit) 1,5 – 2 mm

c. Waktu penyadapan pada pagi hari antara pukul 05.00 – 06.00 pagi, sedangkan pengumpulan lateksnya dilakukan antara pukul 08.00 – 10.00 pagi.

PRAKOAGULASI

Prakoagulasi merupakan pembekuan pendahuluan tidak diinginkan yang menghasilkan lump atau gumpalan-gumpalan pada cairan getah sadapan. Prakoagulasi terjadi karena kemantapan bagian koloidal yang terkandung dalam lateks berkurang. Bagian-bagian kolidal ini kemudian menggumpal menjadi satu dan membentuk komponen yang lebih besar dan membeku.

Kejadian seperti ini biasa terjadi ketika lateks berada di dalam tangki selama pengangkutan menuju pabrik pengolahan. Hasil sadapan yang mengalami prakoagulasi hanya dapat diolah menjadi karet dengan mutu rendah seperti karet remah jenis SIR 10 dan SIR 20. Prakoagulasi dapat terjadi karena kemantapan bagian koloidal yang terkandung di dalam lateks berkurang akibat aktivitas bakteri, guncangan serta suhu lingkungan yang terlalu tinggi. Bagian-bagian koloidal yang berupa partikel karet ini kemudian menggumpal menjadi satu dan membentuk komponen yang berukuran lebih besar dan membeku.

Tindakan Pencegahan Prakoagulasi

a. Menjaga kebersihan alat yang dipakai

b. Mencegah pengenceran lateks dari kebun dengan air kotor

c. Memulai penyadapan pada pagi hari supaya bisa segera sampai pabrik pengolahan, sebelum udara panas

Pengolahan Karet

  1. Pengolahan karet sheet

pengolahan karet sheet adalah mengubah lateks segar menjadi lembaran-lembaran sheet melalui proses penyaringan, pengenceran, pembekuan, pengggilingan, dan pengasapan

  1. Pengolahan Crepe

pengolahan-karet-100_2063 pengolahan-karet-100_2075

mengubah lateks segar melalui proses penyaringan, pengenceran, pembekuan, penggilingan dan pengeringan menjadi lembaran crepe.

  1. Pengolahan karet Spesifikasi Teknis

lateks disaring dalam bak atau tangki sehingga terbentuk bongkahan atau koagulum kemudian dipotong-potong, dilakukan pembutiran dengan mesin pelletiser lalu dicuci dikeringkan dengan mesin dan ban berjalan. Hasilnya dikempa agar ukuran seragam kemudian dikemas dengan polyethylene.


Hama dan Penyakit pada Budidaya Karet

Hama yang sering menyerang tanaman karet, pencegahan / pengobatannya :

Hama Rayap

Rayap yang sering menyerang tanaman karet adalah Microtermes inspiratus dan Coptotermes curvignathus. Gejalanya adalah kerusakan ujung stum atau tanaman karet muda. Akar anaman terpuus, bahkan idak ada ujung akar.

Pengendalian dengan agens hayati TOP BN / MOSA BN dengan bahan aktif Beauveria bassiana. 1 sachet TOP BN / MOSA BN 100 gr dicampur dengan 50 liter air. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr TOP BN / MOSA BN digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

Hama Kutu tanaman

Jenis kutu yang menyerang adalah Saissetia nigra, Laccifer greeni, Laccifer lacca, dan Planococcus citri. Tanaman yang terserang bagian pucuk batang dan daun muda menjadi berwarna kuning, mengering, dan akhirnya mati.

TOP BN - Agens Hayati, Pengendali Hama Organik, Anti Walang Sangit dan Serangga Terbang
TOP BN – Agens Hayati, Pengendali Hama Organik,

Pengendalian dengan agens hayati TOP BN / MOSA BN dengan bahan aktif Beauveria bassianaTOP BN / MOSA BN 30 gr (± 1 sendok) dilarutkan dengan air pada tangki isi 14 liter. Aplikasi disemprot pada daun bagian bawah tempat menempel kutu daun.  Dosis 100 gr TOP BN / MOSA BN digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m².

Hama Uret tanah

Jenis uret yang sering menyerang anaman karet adalah Helotricia serrata, Leucopholis, Exopholis sp, Lepidiota sp.Tanaman yang terserang akar serabut habis. Daun layu, menguning dan akhirnya mati.

agens-hayati-mosa-meta-supermeta-yang-terbukti-ampuh-mengendalikan-uret-atau-larva-hama-kumbang-tanduk-pada-sawit
agens hayati Mosa Meta atau Supermeta  yang terbukti efektif mengendalikan uret yang menyerang akar pada tanaman perkebunan, salah satunya tanaman karet

Pengendalian dengan agens hayati SUPERMETA / MOSA META  dengan bahan aktif Metarrhizium sp. 1 sachet SUPERMETA / MOSA META 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr SUPERMETA / MOSA META digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m².

Penyakit akar putih

Penyakit akar putih disebabkan oleh jamur Rigidoporus lignosus. Tanaman yang terserang daun menguning dengan tepi ujung terlipat ke dalam. Akar tanaman terdapat benang-benang jamur putih dan agak tebal.

sachet mosa glio depan
mosa glio atau superglio, fungisida organik super

Pengendalian dengan agens hayati MOSA GLIO  / SUPERGLIO dengan bahan aktif Thrichoderma Harzianum dan Gliocladium sp. MOSA GLIO  / SUPERGLIO 100 gr dicampur dengan pupuk kandang yang matang 50 kg.Campuran diperam selama 5 hari. Cara aplikasi yaitu campuran MOSA GLIO  / SUPERGLIO disekitar akar serabut. Dosis 100 gr MOSA GLIO  / SUPERGLIO digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

Penyakit Jamur Upas

Penyakit jamur upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor. Tanaman yang terserang menunjukkan gejala mengeluarkan cairan lateks berwarna coklat kehitaman yang meleleh di permukaan batang tanaman.

Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent. BIO SPF  100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *