Budidaya Durian Bag IV – Pengendalian Hama dan Penyakit Durian

Hama Lalat buah ( Dacus sp)

Lalat  dewasa menusuk buah muda, bekas tusukan berupa  bintik hitam kecil untuk memasukkan telur. Buah yang terserang akan menjadi bercak-bercak bulat kemudian membusuk sebagian. Buah rontok dan membusuk keseluruhan.

 Lalat buah mempunyai sayap dengan tanda variegata, mengkilat, dengan  ciri khas berupa bintik atau garis. Lalat buah bertelur pada permukaan buah.Telur menetas menjadi larva (belatung) dan hidup di dalam buah, sampai buah rontok dan membusuk. Larva berukuran tidak lebih dari 1 cm. Larva akan keluar ke tanah dan seminggu kemudian berubah menjadi lalat muda.

Pengendalian secara Kultur teknis, membungkus buah sejak dini dan melakukan pengasapan pada sore hari untuk mengusir imago/dewasa.

Pengendalian dengan memasang perangkap berupa  atraktan dengan bahan aktif Metil Eugenol.

Penggerek batang dan cabang.

Gejala berupa lubang kecil bekas gerekan pada batang, dahan atau ranting dan mengeluarkan cairan dan kotoran berwarna kemerahan,  akibatnya  tanaman  kering,  daun  layu/rontok  dan mati.

Pengendalian dapat dilakukan dengan cara :

Pengendalian dengan Kultur teknis melakukan sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang seperti tanaman jeruk, kopi, kakao, sirsak dll.
Pengendalian cara mekanis, memotong bagian tanaman yang terserang 5 cm di bawah lubang gerek, kemudian membakarnya supaya larva mati atau memasukkan kawat ke dalam lubang gerekan sehingga larva mati karena tertusuk kawat.

Pengendalian dengan Agens Hayati denganpenyemprotan dengan agens hayati MOSA BN yang berbahan aktif Beauveria bassiana.

Tiap tangki isi 14 liter air diisi dengan air dan dicampur merata dengan 33 gram MOSA BN ditambah molase atau gula pasir 3 sendok.kemudian  disemprotkan sore hari. Satu sachet MOSA BN berisi 100 gr untuk lahan seuas 1000 m2.

Hama Uret / Gayas (Lepidiota stigma)

Hama uret menyerang berbagai tanaman pada lahan tanah  berpasir / gravel. Larva memakan akar tanaman hingga akar putus.Tanaman yang diserang bisa mati karena akarnya terputus.

Larva/uret tumbuh cepat, saat 2,5 bulan tubuh bisa mencapai 4 cm. Siklus hidup dari telur hingga dewasa  adalah 380 hari.

supermeta mosameta vs larva hama kumbang tanduk
supermeta mosameta vs larva hama kumbang tanduk

 Cara Pengendalian dengan agens hayati MOSA META dengan bahan aktif  Metarrhizium anisopliae. MOSA META 30 gram dilarutkan dalam tangki isi 14 liter dan dicampur molase / gula merah cair 5 %. Penyemprotan dilakukan pada larva di daerah potensi sarang. Saat penyemprotan nozel dilepas agar spayer tidak mampat. Pada waktu 1 – 2 minggu akan muncul gejala mumifikasi pada larva.

Kutu dompolan (Pseudococcus sp)

Kutu dompolan/kutu putih menghisap cairan tanaman pada daun, ranting dan bunga.Bunga dan buah muda yang terserang menjadi gugur.

Pengendalian dilakukan dengan cara kultur teknis yaitu,
pemupukan dan pengairan yang seimbang, sesuai rekomendasi, hindarkan tanaman durian dari tanaman inang hama
Penggunaan insektisida nabati/botani berbahan aktif ricinosfos yang berasal dari buah jarak.

Hama Tupai
Gejala bagian  permukaan  kulit  buah  rusak  sampai  bagian daging buah.
Pengendalian dilakukan dengan cara mekanis yaitu,
melakukan pembersihan tanaman terutama pada bagian yang menjadi sarang tupai dan mengusir tupai dengan cara gropyokan, perangkap,atau menembak dengan senapan angin

6.Penyakit Kanker Becak pada batang ( Phythophthora palmivora (Butl.) Butl.)

Kulit  pangkal batang  durian yang  terserang  mengeluarkan blendok (gum) yang gelap. Seringkali didekat permukaan tanah.

Jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam. Bagian yang sakit dapat meluas ke dalam  sampai ke kayu. Daun-daun rontok  dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati

Pengendalian dengan kultur teknis yaitu perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir di permukaan tanah. Menanam tanaman yang tahan terhadap penyakit tersebut. Memangkas daun yang tidak produktif untuk mengurangi kelembaban kebun. Melakukan rotasi tanaman. Melakukan  pemupukan  dengan  pupuk  organik/kandang yang dicampur kapur dan mengupayakan pH tanah 6

Pengendalian dengan agens hayati MOSA GLIO  dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp.

MOSA GLIO 100 gr dicampur dengan pupuk kandang yang matang 50 kg.Campuran diperam selama 5 hari. Cara aplikasi yaitu campuran MOSA GLIO disekitar akar serabut. Dosis 100 gr MOSA GLIO digunakan untuk tanaman durian seluas 1000 m2.

8.Penyakit Jamur Upas.

Penyakit jamur upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor.

Pada gejala awal pada ranting terdapat miselium jamur seperti sarang laba – laba (stadium sarang laba-laba). Miselium kemudian membentuk kerak berwarna putih yang akhirnya berubah menjadi merah jambu yang masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga cabang dan ranting mati (staidum corticium)

Pengendalian dengan cara  kultur teknis dengan memangkas bagian yang tidak produktif agar kelembaban berkurang.

Pengendalian mekanis dengan memotong ranting yang sakit sampai 30 cm dibawah bagian yang berjamur. Potongan ranting/cabang kemudian dimusnahkan.

bio spf untuk budidaya jambu biji
bio spf untuk budidaya jambu biji

Pengendalian dengan agens hayati yaitu dengan BIO SPF  dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent.. BIO SPF 100 gr dicampur dengan 50 liter air.. Aplikasi dikocor disekitar akar serabut. Dosis 100 gr BIO SPF  digunakan untuk tanaman karet seluas 1000 m2.

 

Busuk buah (Phytophthora palmivora)

Gejala awal serangan terdapat becak basah pada buah. Pada kulit buah berubah warna menjadi coklat, coklat tua atau  hitam, kemudian busuk. Pada bagian yang  terserang  setelah 5 hari  terbentuk  miselium  dan  sporangiium berwarna putih.

Pengendalian dilakukan dengan cara kultur teknis yaitu perbaikan drainase supaya tanah tidak terlalu basah/lembab. Areal pertanaman dibersihkan dari tanaman inang patogen seperti pepaya, nenas, jeruk dan coklat

Pengendalian secara mekanis yaitu memangkas daun dan dahan yang kurang diperlukan untuk mengurangi kelembaban. Pemusnahan buah yang terserang penyakit.Menghindari buah hasil panen bersentuhan dengan tanah. Tinggi cabang terbawah minimal 1 m.

Pengendalian dengan agens hayati MOSA GLIO  dengan bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp.

sachet mosa glio depan
sachet mosa glio depan

MOSA GLIO 100 gr dicampur dengan pupuk kandang yang matang 50 kg.Campuran diperam selama 5 hari. Cara aplikasi yaitu campuran MOSA GLIO disekitar akar serabut. Dosis 100 gr MOSA GLIO digunakan untuk tanaman durian seluas 1000 m2.

 

Panen dan Pasca Panen.

Saat buah sudah besar dilakukan pengikatan dengan tali. Buah sebaiknya diambil kalau sudah masak pohon. Buah yang sudah masak pohon akan jatuh sendiri dan masih terikat pada tali.

Buah masak pohon benar benar beraroma harum, terasa sangat manis dan legit.

Apabila buah durian akan dijual dan dikirim keluar kota perlu disortir dari buah buah yang cacat atau  busuk.

Buah juga perlu digrading sesuai dengan ukuran buah. Selanjutnya dikemas dengan kotak kayu disesuaikan dengan ukuran yang aman dalam pengangkutan.

Pustaka :

Anonim, Standard Operating Procedure (SOP) Durian Sitokong, Kecamatan Kutai Kartanegara, 2006, Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jendral Hortikultura, Departemen Pertanian.

Jumali, SP., Pedoman Budidaya Tanaman Durian (Durio zibethinus), 2014, Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Kemntrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Semangun H. Penyakit Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia, 1989, Gadjahmada University Press, Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *