Budidaya buah naga (Hylocereus sp., Selenicereus sp.)

budidaya buah naga
budidaya buah naga

Buah naga berasal dari Meksiko, Costa Rica, dan Amerika Latin.Didaerah asalnya buah ini dinamai pitahaya atau pitaya roja.Pertama kali dikembangkan di Asia di negara Vietnam tahun 1870 dari Guyana. Buah naga termasuk keluarga tanaman kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus.

Syarat Tumbuh

Buah naga cocok ditanam di daerah tropis.Tanaman ini tumbuh optimal pada dataran rendah 0 – 350 m dpl. Suhu ideal bagi buah naga adalah 260C – 360C dan kelembaban udara (RH) : 70 -90 %.Curah hujan ideal yaitu 720 mm / tahun. Penyinaran matahari langsung selama 8 jam.

Tanaman ini cocok ditanam di daerah yang berpasir dengan kandungan bahan organik tinggi, Derajat keasaman (pH) 6,5 – 7. Tanah bersifat porous yaitu mudah meneruskan air hujan dan tidak menggenang saat turun hujan.

Jenis Jenis Buah Naga

a. Hylocereus undatus

Kulit buah berwarna merah dengan daging buah putih.Mempunyai batang yang berwarna hijau putih, bahu yang tinggi dan permukaan batang lebih kasar dibanding varietas merah.

b. Hylocereus polyrhizus

Kulit buah berwarna merah muda dengan daging buah merah. Jenis ini banyak ditanam di Indonesia. Jenis buah naga ini paling banyak dibudidayakan di Indonesia karena lebih mudah.

c. Hylocereus costaricensis

Kulit buah berwarna merah dengan daging buah berwarna super merah keunguan dengan biji hitam kecil. Batang berwarna hijau dengan lilin berwarna putih. Buah memiliki tingkat

buah naga kuning
buah naga kuning

kemanisan 13 – 15 0 briks.

d. Selenicereus megalanthus.

Kulit buah berwarna kuning dengan buah putih. Buah dan isinya berukuran lebih kecil.

Tahapan-tahapan Budidaya Buah Naga

Persiapan lahan

Media bisa berupa pot atau langsung di lahan. Secara prinsip tanaman Buah Naga yang dibudidayakan perlu rambatan atau tiang untuk membantu menegakan batangnya.

Rambatan ini bisa berupa tiang beton, kayu, besi, bambu dll.
Rambatan  dengan tanaman hidup bisa dengan pohon klereside
Tanaman buah naga akan berbuah bila batangnya menjuntai kearah tanah (buah gravitasi) bila cabang dibiarkan tumbuh mendatar, akan tumbuh terus memanjang dan tidak berbuah.

tahapan tahapan lahan buah naga
tahapan tahapan lahan buah naga

Lahan diolah dengan membuat bedengan. Jarak tanam: 2,5 m x 2,5m atau 2 m x 3 m.  Jarak tanam antar bedengan adalah 2,5 meter dan jarak tanam dalam bedeng adalah 2 atau 3 meter. Tiap tanaman diberi panjatan/penyangga dengan beton yang berukuran 10 x 10 cm dan tinggi 2 – 2,5 m.

Media tanam berupa tanah dicampur Pupuk Kandang yang telah dicampur MOSA GLIO /Superglio (1 sachet untuk 25 sd 30 kg pupuk kandang) dan perlu dicampur dengan sedikit kapur Dolomit (1 sendok per batang).

Pembuatan Tiang Beton

Pemasangan tiang beton ini sebaiknya bersamaan dengan saat pembibitan, sehingga waktu tanam tiba, tiang beton sudah stabil.

Jadi dalam bedengan terdapat beton panjatan dengan jarak 2,5 m antar bedeng dan jarak 2 m dalam bedeng.

Tiang cor betonuntuk budidaya buah naga
Tiang cor betonuntuk budidaya buah naga

BAHAN
– Cetakan kayu (3 cm x 10 x 200 cm)
– Besi beton 8 mm
– Pasir
– Koral
– Semen , Adukan 1:2:4
CATATAN :
Bagian paling atas diberi beton penyilang berfungsi untuk tempat/letak bantalan roda dimana tanaman buah naga bisa menjuntai dengan baik dan kemudian berbuah.

Sebulan sebelum tanam, tiap tiang beton panjatan dibuat 4 lubang tanam di sekeliling tiang panjatan dengan jarak 30 cm dari tiang dengan ukuran lubang 40 x 40 x 40 cm.

Pembuatan Tiang dari Klereside

—Tanaman Klereside ditanam dengan cara di stek

—Potong dan pilih batang yang berdiameter cukup besar kira-kira lebih dari 5 cm.

—Tanaman Klereside ditanam terlebih dahulu sampai tumbuh perakaran agar kuat ( kira-kira lebih dari sebulan)

Kelemahan tiang beton Kelemahan Tiang Tanaman
  • Percabangan tanaman dibagian dalam menjadi tidak produktif karena batang buah naga berbentuk segitiga dan bagian yang menempel/ternaungi tidak menghasilkan bunga dan buah.
  • Investasi lebih banyak
  • Penggunaan beton kurang artistik (kurang natural) dibanding tiang dari tanaman
  • Perlu pengaturan cabang dengan baik
  • Kompetisi unsur hara, tetapi bisa penggunaan Tanaman Klereside yang memiliki perakaran kedalam, dibandingkan dengan buah naga yang perakarannya dangkal (kesampirng)
  • Cabang tanaman kadang menaungi, sulur batang naga dan ini mengurangi produktivitas Buah Naga

Penanaman

Bibit buah naga umumnya didapatkan dengan cara stek.persiapan bibit stek pada buah naga

persiapan bibit stek pada buah naga

 bibit sambung pada buah naga
bibit sambung pada buah naga

Bibit buah naga siap ditanam bila bibit sudah berumur 3 bulan dan terdapat akar yang banyak. Jenis akar buah naga adalah akar serabut.Bibit dipilih dari indukan yang berkualitas dengan panjang stek 25 – 30 cm yang disiapkan dalam polybag.

Penanaman bibit dilakukan pada kedalaman tanam 5 – 7 cm. Tiap beton panjatan ditanam 4 bibit pada lobang tanam. Bibit diikat kuat pada beton panjatan dengan tali.

Pemeliharaan

Penyiangan dilakukan 3 bulan sekali saat gulma sudah lebat. Bila rumput tumbuh di dekat tanaman pembersihan gulma cukup dicabut manual agar akar buah naga tidak rusak.

Penyiraman di musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari. Penyiraman bisa mengalirkan air disekitar bedengan atau dengan menyiramkan air dari atas beton panjatan hingga pangkal buah naga. Penyiraman di musim penghujan cukup dilakukan tiap 3 hari sekali.

penyemprotan pupuk daun pada buah naga
penyemprotan pupuk daun pada buah naga

Pengaturan cabang diakukan dengan rumus 1 – 3 – 5, artinya setiap 1 batang utama dipeihara 3 cabang pertama dan 5 cabang kedua.

Pengikatan cabang dilakukan setiap pertumbuhan 25 – 30 cm agar pertumbuhannya teratur ke atas. Pengikatan tidak boleh terlalu erat karena dapat batang bisa terjepit atau patah.

Pemupukan

pemupukan pupuk makro budidaya buah naga
pemupukan pupuk makro budidaya buah naga

Pupuk dicampur dan ditebarkan pada alur melingkar disekitar tanaman. Setelah ditabur dibumbun dengan tanah.

Dosis Pemupukan Pupuk Organik

tabel pemupukan organik budidaya buah naga

Untuk kebutuhan pupuk organik ini bisa ditambahkan pupuk kandang 20 – 30 kg per pancang tanaman dan dolomite 250 gr. Pemupukan organik ini dilakukan 2 kali setahun, yakni di awal dan akhir musim penghujan.


Pengendalian Hama Penyakit

Beberapa hama dan penyakit utama pada buah naga dan cara pengendaliannya adalah sebagai berikut ;

Penyakit Layu Fusarium

Gejala : Daun mengalami kelayuan dan akhirnya tanaman mati menguning.  Bila batang dan rimpang dipotong tidak mengeluarkan lendir berwarna putih.

sachet mosa glio depan
sachet mosa glio depan

Pengendalian : Penggunaan angen hayati MOSA GLIO/Superglio dengan bahan aktif  Giocladium sp dan Trichiderma spMOSA GLIO/Superglio 100 gr dicampur merata dengan pupuk kandang yang sudah matang 50 kg dijaga kelembaban dan diperam selama 1 minggu. Campuran MOSA GLIO/Superglio dengan pupuk kandang disebar merata pada lubang tanam. Lahan 1 Ha membutuhkan 10 x 100 gr MOSA Glio/Super GLIO.

Penyakit Busuk Batang

Gejala : Pangkal batang busuk berwarna coklat dan terdapat bulu putih. Penyakit disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii.

BIO SPF, bio-spf, bio - spf, harga bio spf, harga bio-spf, harga bio - spf - Tanaman Padi :Blas, BLB, Busuk pelepah Tanaman Cabe : Layu, Antraknosa Tanaman Jagung : Bulai Tanaman Kedelai : Karat daun Bawang merah : Pucuk kering & antraknosa Kubis : Akar gada, busuk erwina
BIO SPF,

Pengendalian : Penggunaan angen hayati BIO-SPF dengan bahan aktif Pseudomonas fluorescent. BIO-SPF 100 gr dengan air 200 liter dalam drum untuk disiramkan ke pangkal batang tanaman buah naga. Lahan 1000 meter persegi dengan 200 tanaman memerlukan 1 schet BIO SPF . Lahan 1 Ha membutuhkan 10 sachet  x 100 BIO SPF.


Panen

Tanaman buah naga saat berumur 1,5 – 2 tahun sudah mulai belajar berbunga dan berbuah.Buah naga yang sudah masak, kulit buah berwarna  merah mengkilat untuk varietas merah, dan berwarna kuning pada buah varietas kuning. Sisik atau jumbai berubah dari hijau menjadi merah pada varietas merah dan berubah hijau menjadi kuning pada varietas kuning.

Panen dilakukan dengan menggunakan gunting dan buah yang dipanen harus benar benar masak.

Dalam 2 tahun pertama buah naga bisa menghasikan sekitar 10 buah tiap tiang penyangga dengan bobot 400 gr – 650 gr per buah.

Musim panen buah naga yaitu pada bulan September hingga bulan Maret. Tanaman akan terus berbuah apabila dipelihara dengan baik hingga umur 15 – 20 tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *