Budidaya Belut, Bagian III -Habitat, Tingkah Laku dan Sifat Perkembangbiakan Belut

Habitat dan Tingkah Laku

Belut umur 2 bulan, masih seukuran jari kelingking

            Di alam, belut menyukai tempat yang berlumpur yaitu area persawahan, rawa-rawa atau tepi sungai. Belut lebih suka bersembunyi di dalam lumpur dengan membuat lubang. Lubang yang dibuat belut berfungsi sebagai perangkap untuk menangkap mangsa.

            Di habitat asalnya belut bertindak sebagai predator yang ganas, karena bersifat pemangsa binatang kecil. Apabila berada di perairan kolam budidaya ikan, belut bisa menjadi hama pemakan anak ikan.

Kebiasaan Makan

            Di habitatnya, belut merupakan binatang karnivora, yaitu pemangsa binatang lain yang lebih kecil. Saat masih berupa anak belut, pakan yang digemari yaitu protozoa, jenis udang kecil dan hewan tak bertulang belakang yang berukuran kecil seperti cacing sutra.

            Menjelang dewasa, belut sudah mampu makan jenis Insekta atau serangga, cacing tanah, moluska atau jenis keong –keongan, Crustacea atau berbagai jenis udang, anakan katak dan anak ikan.

            Belut bersifat kanibal, yaitu bisa saling memangsa apabila kekurangan pakan. Kanibalisme terjadi terutama bila belut kecil decampur dengan belut besar.

Belut termasuk jenis binatang malam (Nocturnal), yaitu melakukan aktivitas termasuk mencari makan di malam hari.

 Sifat Perkembangbiakan

            Belut bersifat progynes hermaprodit, artinya mempunyai jenis kelamin yang berubah-ubah. Belut muda bersifat kosong kelamin, belut berumur 4-9 bulan masa betina, belut berumur 9-12 bulan masa jantan.

            Induk betina dikatakan matang gonad apabila berumur 4-9bulan, dengan panjang tubuh 20-30 cm, kulit berwarna lebih cerah atau muda, kepala berbentuk runcing. Belut jantan yang sudah siap kawin berumur 9 – 12 bulan, dengan panjang tubuh sekitar 30 -040cm, warna kulit lebih tua, kepala berbentuk tumpul. Saat akan kawin, induk jantan membuat lubang-lubang di dekat permukaan. Belut jantan membuat gele, bung buih untuk memikat induk betina.

            Saat yang disukai belut untuk kawin yaitu malam hari, dengan suhu udara di bawah 28°C. apabila betina telah terpikat oleh gelembung buih akan terjadi percumbuan. Betina segera mengeluarkan telur diantara gelembung buih, sedangkan si jantan segera mengeluarkan sperma untuk membuahi telur.

Induk jantan akan menjaga telur yang dibuahi dan mengusir ikan atau binatang lain yang mendekat. Telur yang normal dapat menetas dalam waktu sepuluh hari. Anakan belut yang baru menetas tetap diasuh oleh indukkan jantan. Anakan belut yang berumur 2 minggu segera meninggalkan sarang penetasan dan mencari makan sendiri.

Pekerja yang mencangkul lumpur untuk Tempat Budidaya Belut
Kolam Belut Yang siap Ditebar Benih Belut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *