Budidaya Ayam Kampung Super Silangan Induk Super, Panen Sangat Cepat

Kecintaannya pada ternak membawa pada bisnis ternak dengan modal 0% dari kantong. Menyilangkan ayam kampung dengan ayam broiler hasilkan indukan unggul. Beternak ayampun jadi program rumahtangga bertema membiayai sekolah anak sampai lulus kuliah.

ayam kampung super baik bentuk maupun hasil dagingnya tak beda dengan ayam kampung biasa
ayam kampung super baik bentuk maupun hasil dagingnya tak beda dengan ayam kampung biasa

Belakangan ini pamor ayam kampung menin-gkat, terutama semenjak semakin banyaknya pebisnis di bidang kuliner yang menyajikan menu khusus dengan bahan daging ayam kampung. Daging ayam kampung mempunyai rasa yang jauh lebih kenyal dan lebih kering dibanding ayam broiler. Ayam kampung juga lebih sehat dikonsumsi karena memiliki kadar kolesterol lebih rendah. Hal ini membuka peluang yang lebih besar untuk memulai budidaya ayam kampung dengan metode yang intensif. Dari sisi keuntungan, harga ayam kampung selalu lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler. Bahkan, pada musim tertentu, seperti misalnya mendekati hari raya, permintaan ayam kampung melonjak tinggi, sehingga harga satu ekor ayam kampung bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Berbagai kondisi ini menggambarkan besarnya peluang yang bisa diraih dari budidaya ayam kampung. Nama ayam kampung sendiri populer karena pola pemeliharaannya yang sederhana, cukup diberi pakan sekedarnya dan dibiarkan berkeliaran mencari pakan sendiri. Akibatnya pertumbuhannya cukup lama. Tapi jika menggunakan sistem semi-inten-sif atau intensif serta memperhatikan faktor-faktor budi daya yang baik sehingga hasil yang didapatkan bisa maksimal. Adalah Sunardi (35th) pria asli Klaten ini sejak pada awalnya intensif memelihara ayam broiler. Namun melihat peluang budidaya ayam kampung, ia memulai mengembangkan metode pemeliharaan intensif ayam broiler untuk diterapkan pada pemeliharaan ayam kampung. Bahkan kemudian Supardi berhasil menyilangkan antara ayam kampung dengan ayam broiler sehingga mendapatkan anakan dengan keunggulan keduanya yang kemudian dijuluki ayam kampung super. Dunia Ternak bagi Sunardi (35th), pria asli klaten melekat sejak kecil. Semenjak SMP Sunardi sudah memulai ternak ayam guna membantu ekonominya. Lepas SMP Sunardi melanjutkan ke STM bidang otomotif. Di sela kesibukannya belajar tersebut Sunardi menekuni ternak ayam. Berbeda dengan bidang yang diambilnya di STM, lulus sekolah Sunardi tetap menjalankan peternakan ayamnya namun sempat terhenti saat Sunardi memutuskan merantau ke Jakarta. Kala krisis moneter me-landa, tahun 1998 Sunardi membuka usaha pemotongan ayam sampai akhirnya memutuskan balik kampung dan memulai ternak ayam kembali.

Pak Sunardi - Peternak Ayam Joper
Pak Sunardi – Peternak Ayam Joper

Bekas Rumah disulap jadi kandang

Berbekal modal dari bisnis dia sebelumnya, Sunardi merogoh kocek 40juta guna membuat kandang untuk ternak broiler dan menyulap bekas rumah milik orangtuanya yang tak terpakai dijadikan kandang ayam. Dari sinilah usaha ternak ayamnya bangkit sampai akhirnya ia justru mendapatkan tawaran pinjaman modal dari bank. Dengan modal pinjaman dari Bank sebesar 100 juta, sebesar 75 juta ia gunakan untuk membangun kandang, sebesar 10 juta untuk menyewa lahan, sisanya untuk membeli 8000 ekor DOC broiler dan mengangsur pinjaman Bank. Walhasil ia tak mengeluarkan sepeserpun dari kantongnya dan dalam jangka waktu setahun dia sudah bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Eksperimen Menyilangkan Ayam Broiler dan Ayam Kampung

ayam kampung super dibudidaya dalam kandang tertutup seperti ayam broiler
ayam kampung super dibudidaya dalam kandang tertutup seperti ayam broiler

Sunardi memulai eksperimen menyilangkan ayam broiler dan ayam kampung sejak tahun 2005. Tujuannya ingin mendapatkan keunggulan ayam kampung dan dengan keunggulan ayam broiler. Ayam kampung membutuhkan pakan yang sedikit, lebih tahan penyakit, daging yang berkualitas sehingga harganya mahal. Sementara ayam broiler lebih cepat besar sehingga dari segi investasi lebih perputaran uangnya lebih cepat. Beberapa kali eksperimennya gagal dan menghasilkan ayam yang dagingnya lembek sampai akhirnya ia berhasil mendapatkan indukan yang ayam kampung super ini. Tak main-main, keberhasilan persilangan ini ia lakukan setelah ia merehab kandang yang menelan 15 juta rupiah guna mendukung percampuran kawin alami. Kandang-kandang ini ia buat dalam ruangan steril, anti bakteri dan diawasi oleh seorang karyawan kepercayaannya. Di tiap kandang ia siapkan 7 betina dan 1 ekor jago guna menghasilkn sekitar 2.200 ekor bibit ayam kampung super per bulan. Berbagi Sesama Dengan Sistem Plasma Sukses menghasilkan ayam kampung super, Sunardi membeli 1 unit mesin tetas. Dari 1 unit mesin tetas itu ia pelajari dan ia buat sendiri menjadi 20 unit buatan sendiri. Sampai saat ini dia lebih beralih mensuplai bibit-bibit ayam kampung super kepada peternak lain dengan sistem plasma. Lewat sistem plasma ini, peternak membeli bibit ayam kampung super seharga Rp. 4.000,- per ekor dan membeli pakan dengan harga yang lebih murah. Sunardi mengatakan dengan optimis bahwa usaha ternak ayam kampung super ini bisa menjadi penghasilan sampingan bagi Ibu-ibu rumah tangga. ”Temanya adalah membiayai sekolah anak sampai lulus kuliah dengan ternak ayam kampung su-per” Cetus Sunardi. Dari skala rumah tangga rata-rata ada yang mengambil 200 sampai dengan 300 bibit untuk dibudadayakan. Kebanyakan dari mereka memang ibu-ibu rumah tangga dan kuli bangunan. Sampai saat ini sudah ada sekitar 20 plasma binaan sunardi yang aktif membudayakan ayam kampung super ini. Guna menjamin suplai pakan ternak yang lebih murah untuk para plasmanya, Sunardi membuat campuran pakan sendiri. Dengan model ini ia mampu menjual pakan ternak yang lebih murah dan stabil.

Ayam Kampung Pemeliharaan mudah 60 hari sudah panen

analisa usaha ayam jawa super - th 2011
analisa usaha ayam jawa super – arsip alex transagro tahun 2011

Pemeliharaan ayam kampung super sedikit berbeda dengan ayam broiler. Persamaanya model perawatan yang intensif pada ayam broiler diterapkan pada perawatan ayam kampung super ini sehingga hasilnya maksimal. Ayam kampung super memerlukan suhu kandang yang hangat, terutama pada pekan pertama. Untuk pakannya tidak terlalu banyak di bandingkan dengan broiler. Dari 1000 ekor membutuhkan pakan 4 karung campuran pakan dari bibit sampai panen sekitar 60 hari. Sistem pemeliharaanya bisa dengan model pemeliharaan ayam kampung biasa tetapi agar lebih maksimal Sunardi menyarankana pe meliharaan yang intensif dengan kandang tertutup laiknya ayam broiler. Pemberian vaksin juga di perlukan terutama dengan vaksin ND dan Vaksi Gumboro. Untuk vaksin AI (Avian Influenza) menurut Sunardi tidak perlu diberikan karena menurut pengalamannya hal itu tergantung kebersihan kandang. Cukup disemprot dengan desinfektan saja agar kandang bebas dari penyakit. Untuk pakan diperlukan campuran konsentrat broiler, jagung dan bekatul dengan perbandingan 2:4:1. Dengan pola ini perternak sudah bisa panen setelah 60 hari dengan bobot 81/2 ons per ekor. Sementara nilai jualnya dipasaran setidaknya mencapai 20ribu per ekor, sama halnya dengan nilai jual ayam kampung umumnya. (foto & teks : Alex).

Sumber kliping ; tabloid transagro edisi 9 – Mei 2011

Budidaya Ayam Kampung Super Silangan Induk Super, Panen Sangat Cepat

5 komentar pada “Budidaya Ayam Kampung Super Silangan Induk Super, Panen Sangat Cepat”

  1. akhir nya ter jawab sudah apa yg ada di benak pikiran saya, jujur saya jga sempat terpikir untuk menyilakan ayam pedaging dan ayam kampung namun kurang yakin berhasil’ tapi sakarang saya tambah yakin… terima kasih pak sunardi atas info nya..

    1. Untuk pemuliaaan memerlukan beberapa kali persilangan dan kemudian dicoba dibesarkan. Hal ini memerlukan proses yang lama, bisa sampai tahunan. Selain itu diperlukan tempat yang steril.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *