Budidaya Alpukat, Bag II – Persiapan lahan, Penanaman dan pemupukan tanaman

 

1. Persiapan Lahan Tanam.

Lahan untuk budidaya alpukat dibersihkan dari tunggul – tunggul pohon, semak semak, dan bebatuan. Lahan dicangkul sedalam 30 cm atau diolah dengan hand ditraktor. Selanjutnya lahan dicangkul halus.

Pengolahan lahan dilakukan saat musim kemarau sehingga penanaman bibit alpukat dapat dilakukan pada awal  musim hujan.

2.Pembuatan Lubang Tanam.

Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 70  cm, lebar 70 x 70 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu.

Saat menggali, tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 25 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang.

Lubang tanam yang sudah ditutup tanah diberi tanda berupa ajir agar posisi tanam tidak keliru.

3.Cara Penanaman.

Saat yang sesuai untuk penanaman bibit alpukat adalah awal musim hujan, sehingga bibit bisa langsung tumbuh.

Lubang tanam yang telah ditutup digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. Polybag diiris  agar bibit bisa dikeluarkan dengan aman tanpa menggoyahkan akar bibit.

Bibit beserta tanahnya  dimasukkan dalam lubang hingga leher batang. Setelah ditimbun bibit diikat dengan ajir

Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2 – 3 minggu.

Jarak tanam Alpukat unggul dengan perbanyakan okulasi atau sambung pucuk adalah 6 m x 6 m, dengan popolasi 278 pohon per Ha. Bisa juga ditanam dengan jarak tanam 7 m x 7 m dengan populasi 204 tanaman per Ha.

4.Pemeliharaan Tanaman

 a.Penyiangan.

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah. Agar tanaman alpukat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin.

b.Penggemburan Tanah.

 Tanah sekitar perakaran lama kelamaan akan padat Akar tanaman akan menyerap nutrisi dengan baik apabila ada rongga udara dan air yang cukup. Maka tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. Saat penggemburan dilakukan dengan hati-hati agar akar tidak putus.

c.Penyiraman.

Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi / sore hari. Bila hari hujan tidak perlu disiram lagi.

d.Pemangkasan Tanaman.

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair.

5.Pemupukan

Tanaman alpukat mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Pemupukan diberikan sedikit namun lebih sering, yaitu 4 kali dalam setahun.

Sebelum pemupukan perlu dibuat lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk tanaman sedalam 30 cm. Pupuk ditebar ke dalam lubang kemudian ditimbun tanah lagi.

PUPUK UNORGANIK :

No Umur Tanaman Urea (kg)

tiap pemupukan

SP 36 (kg) tiap pemupukan KCl (kg) tiap pemupukan Pemupukan dalan Setahun
1 1     – 4 tahun 0,25 0,35 0,35 4 kali
2 5 tahun /lebih 0,5 0,70 0,70 4 kali

PUPUK ORGANIK :

Umur Tanaman AGRI TECH HORTECH MOSA GOLD Pupuk Kandang Aplikasi / Tahun
1 tahun 5 tutup/ tangki 1 tutup /tangki 25 gram /tanaman 20 kg 2 kali/ tahun, awal dan akhir musim hujan
2 tahun 7 tutup /tangki 2 tutup /tangki 50 gram /tanaman 20 kg 2 kali /tahun
3 tahun 7 tutup /tangki 2 tutup /tangki 50 gram  / tanaman 20 kg 2 kali /tahun
4 tahun/lebih 10 tutup /tangki 2 tutup /tangki 50 gram/ tamanan 2kg 2 kali /tahun

Tiap tutup botol AGRITECH dan HORTECH isi 10 ml.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *