Bertanama Pare Organik (Momordica charantia L..)

Budidaya Tanaman Pare Organik

(Momordica charantia L..)

 A.Syarat Tumbuh :

Pare merupakan tanaman sayuran setahun yang diambil buahnya, bersifat merambat. Termasuk dalam famili Cucrbitaceae.

Daun menjari, batang kecil memanjang dengan alat pemegang berbentuk pilin untuk memanjat.

Pare dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl. Apabila ditanam di daaran tinggi pertumbuhan lamban dan buah kecil kecil.

Jenis tanah yang baik untuk budidaya tanam pare adalah tanah yang gembur dan banyak mengandung humus, dengan pH tanah sekitar 5 hingga 6.

Pare dapat tumbuh pada tempat yang agak teduh karena pare tidak begitu banyak membutuhkan sinar matahari.

B.Jenis Pare :

Tanaman pare yang sering diemui ada beberapa jenis yaitu :

Pare hijau, Pare putih, dan pare belut.

C.Penanaman Pare :

Pare ditanam dengan melakukan semai biji. Pada sekitar 1000 m² lahan dibutuhkan sekitar 700 gram biji benih. Selanjutnya benih direndam untuk menyeleksi benih terbaik. Jika benih mengapung harus dibuang karena kualitas benih jelek.

Benih yang tenggelam dalam air  dapat ditanam pada media minipolybag untuk pembibitan atau ditanam langsung di lahan hingga berkecambah.

Lahan yang akan ditanami pare digemburkan dahulu menggunakan cangkul, lalu dibuat bedengan dengan ukuran lebar 1,5 m, tinggi  30 cm dan panjang 10 m.

Tanah kemudian dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 1 ton dan Pupuk Organik Padat MOSA GOLD 1 botol/500 gr untuk lahan seluas 1000 m2.

Selanjutnya benih ditanam dengan jarak tanam dalam baris 100 cm dan jarak tanam antar baris/antar bedeng  200 cm.

Bibit tanaman dengan 2 daun ditanam di lubang tanam. Bisa juga dengan menanam benih dimasukkan dalam lubang tanam sedalam 5 cm sebanyak 2 – 3  benih . Setelah 4 sampai 7 hari bibit akan tumbuh.

D.Pemeliharaan Tanaman.

Penyiraman pada tanaman pare dilakukan 2 x sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. Namun jika curah hujan tinggi sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan penyiraman.

Setelah tanaman berumur sekitar 2 minggu atau memiliki ketinggian sekitar 50 cm berilah media untuk merambatkan sulur tanaman. Media rambat daat dibuat dari bambu dengan ketiggian sekitar 1,5 meter hingga 2 meter.

Lakukan pemangkasan cabang tanaman pare pada umur 3 minggu karena pare sudah mulai bercabang, tujuan pemangkasan tersebut adalah agar tunas tumbuh dan menyebarkan lebih produksi. Sisakan 2 cabang yang paling sehat dan besar. Pemangkasan kedua dilakukan pada 6 minggu setelah tanam.

Pemupukan.

Pemupukan menggunakan Pupuk Organik Cair AGRITECH, Hormon Organik HORTECH, dan Pupuk Organik Padat MOSA GOLD..

Pemupukan dilakukan pada umur 1 minggu, 3 minggu, 7 minggu. Pemupukan dilakukan dengan cara disemprot pada daun permukaan bawah di pagi hari.

Setiap tangki diperlukan AGRITECH 5 tutup dan HORTECH 1 tutup /10 ml.

Setelahh tanam bersamaan dengan penyiangan. Setelah tanaman pare berumur sekitar 1,5 hingga 2 bulan, tanaman mulai berbunga dan bunga betina akan menjadi buah pare.

  1. Hama Dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman pare :

1.Hama Lalat buah (Dacus cucurbitae ).

Hama lalat buah merusak buah dengan cara bertlur pada buah saat buah masih kecil.

Buah yang diserang lalat buah akan menjadi busuk saat buah akan dipetik.Dai dalam buah yang busuk terdapat larva lalat buah berbentuk seperli ulat yang disebut set.

Lalat buah bisa dikendalikan dengan mekanis yaitu membungkus buah saat masih kecil dengan kertas.

Cara lainnya yaiu dengan memasang perangkap lalat buah, dengan alat yang terbuat dari bobtol air mineral, dengan atraktan berbahan aktif metil eugenol.

2.Penyakit embun bulu (Pseudoperenospora cubensis).

Penyakit menyebabkan daun dan buah busuk. Penyakit dikendalikan dengan agens hayati BIO-SPF dengan bahan aktif Pseudomonas sp dan Bacillus sp.untuk perendaman benih, penyiraman pada pembibitan, dan penyiraman pada pangkal batang tanaman saat umur 1 minggu.

Satu sachet BIO SPF dicampur dengan air 200 liter digunakan untuk lahan seluas 1000 m2.

F.Pemanenan

Pare dapat dipanen saat mencapai 2,5 bulan. Cara pemanenan buah pare yaitu dengan memotong tangkai buah dengan gunting atau pisau.

Pemanenan dilakukan pada waktu yang tepat agar buah pare dikonsumsi tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Bila buah sudah terlambat maka buah akan berwarna kuning dan biji diselimuti selaput berwarna merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *