Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang

kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi
kebun kopi juga dapat jadi ajang agrowisata kopi

Tanaman  Kopi  berasal  dari benua Afrika, tepatnya dari propinsi Kaffa, Etiopia. Tanaman kopi pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1696 – 1699 oleh VOC. Lanjutkan membaca Sekilas Budidaya Kopi dengan model pupuk berimbang

Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Sebagian besar hama yang menyerang adalah golongan insekta atau serangga. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawit umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit utama pada tanaman kelapa Sawit

Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita
Padi dengan jumlah anakan dan bulir yang banyak serta bernas menjadi keinginan petani kita

Sangat sering terjadi ketika petani menghendaki padi tumbuh dengan anakan yang banyak justru yang terjadi anakan sedikit, menghendaki daun lebat tetapi yang terjadi daun kecil dan cepat berbunga, menghendaki berbunga tetapi malah daunnya yang tumbuh lebat. Tanaman seringkali tidak tumbuh ideal, bahkan periode fase pertumbuhannya terganggu meskipun cukup pupuk didalam tanah. Lanjutkan membaca Memahami Zat Perangsang Tumbuh bagi Produktifitas Padi

Mitos dan Manfaat Tanaman Tanaman Pisang

tanaman pisang
Tanaman Pisang

Batang pisang adalah tanaman yang selalu menangkap air baik dari air hujan maupun embun serta menyimpannya dalam batang tubuhnya (“debok”). Kalau batang pisang ditebang maka akan mengeluarkan air dari batangnya sehingga memenuhi kebutuhan air beberapa tanaman di sekitarnya. Lanjutkan membaca Mitos dan Manfaat Tanaman Tanaman Pisang

cara aplikasi pemupukan tanaman lada dengan teknologi organik mmc

Istilah Pembuahan I (yang
berbuah adalah cabang-cabang
bawah), yaitu setelah
pengikatan pucuk jangan
dipupuk dahulu, menunggu daun
sudah kuning /tua langsung
dipupuk NPK ± 0,25kg/ batang +
MOSA GOLD 1-2 sdm per
batang dengan cara ditabur atau
dikocor. Lanjutkan membaca cara aplikasi pemupukan tanaman lada dengan teknologi organik mmc

Tujuan dan Macam-macam perempelan pada cabai keriting

Perempelan daun bisa jadi tidak dilakukan, seperti pilihan petani cabai mitra MMC di Jabar. Hal ini  karena tercukupi oleh  nutrisi yang diberikan dari penggunaan AGRITECH, HORTECH dan MOSA GOLD.

Sebagian petani cabai lebih memilih tidak melalukan perempelan sama sekali, karena berpijak bahwa secara alami daun-daun yang telah tua akan berguguran dengan sendirinya. Lanjutkan membaca Tujuan dan Macam-macam perempelan pada cabai keriting

Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

Penyakit Mozaik /Blorok pada kentang ini  ini disebabkan oleh virus. Virus dibawa oleh vektor dari jenis kutu-kutuan daun. Virus type ini menyerang tanaman kentang hingga daun-daun jadi keriting. untuk menghindar serta melindungi kentang dari serangan virus ini. Lanjutkan membaca Penyakit Mozaik /Blorok pada budidaya kentang..

Kombinasi Vitto & Vittoterna-G untuk ayam petelur guna produktifitas tinggi

ayam petelur dengan vitto - g

  • vitto untuk starter
  • vitto-untuk finisher

Selain pemberian minum berdasarkan umur ayam, juga diberikan suplemen organik.  untuk mengoptimalkan pencernaan ayam dan pertumbuhan. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan 2 (dua) fase yaitu fase starter (awal) dan fase finisher (akhir).
Lanjutkan membaca Kombinasi Vitto & Vittoterna-G untuk ayam petelur guna produktifitas tinggi

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Hama Penggerek Batang Padi Merah jambu : Sesamia inferens (Walker)

Lepidoptera(Noctuidae)

Tanaman Inang :

Padi, jagung, tebu, sorghum, Panicum sp, Paspalum sp.

Gejala Serangan :

1.Menyebabkan mati hati pada tanaman muda dan mati daun pada tanaman tua.

2.Pada tanaman padi mula mula larva memekan upih daun kemudian menggerek ke dalam batang.

Biologi Hama :

Telur :

1.Telur diletakkan dalam barisan di dalam upih daun, mirip manik manik.

2.Telur ada 2 – 3 baris/ kelompok.

3.Dalam satu kelompok telur ada 30 – 100 telur.

4.Inkubasi telur selama 7 hari.

Larva :

1.Larva berwarna merah jambu pada bagian dorsal dan warna putih bagian ventral. 2.Kapsul kepala warna oranye sampai merah.

3.Panjang larva 30 mm.

4.Di dataran rendah larva hidup 3 – 4 minggu.

Pupa :

1Pupa berwarna coklat tua.

2.Panjang 18 mm

3.Stadium pupa 8 – 11 hari.

4.Tidak membentuk kokon.

Ngengat/Imago :

1.Warnacoklat.

2.Sayap depan bergaris coklat tua memanjang.

3.Sayap belakang putih.

4.Panjang 14 – 17 mm

5.Kurang tertarik cahaya.

Siklus hidup 46 – 83 hari

Cara Pengendalian:

Pengaturan Pola Tanam :

1.Tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi

2.Rotasi tanaman padi dengan tanaman selain padi untuk memutus siklus hidup hama penggerek

3.Menggunakan varietas tahan.

4.Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan,  serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.

Pengendalian secara Mekanis/Fisik :

1.Mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman.                                                                                                      2.Memotong pangkal batang saat panen serendah mungkin sampai permukaan tanah  disusu dengan penggenangan setinggi 10 cm.  selama 15 hariagar jerami cepat busuk dan kepompong bisa mati.

Pengendalian hayati :

Menggunakan parasitoid Trichogramma japonicum, Telenomus sp., Tetrastichus scoenobii untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.

Menggunakan Agens Hayati MOSA BN yang berbahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan MOSA BN 100 – 200 gr.

Pustaka :

1.Kalshoven, LGE, Pest of Crops in Indonesia, Jakarta, 1981, 701 p, halaman 348.

2.Unsyati, N, Hama Penggerek Batang Padi dan Pengendaliannya, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang.