Budidaya Sengon (Abizia falcataria)

  • Umur panen 5 – 6 tahun
  • Potensi 150 sd 200 batang per 1000m2
  • Bisa dengan tumpang sari dari awal sampai 2,5 tahun

Mengenal Sengon

kebun budidaya sengon

Sengon mempunyai dua nama latin, yakni Albizia falcataria (L) Fosberg dan Paraserianthes falcataria (L) Nielsen. Sengon mempunyai nama daerah yang bermacam-macam.  Sengon dikenal dengan berbagai sebutan seperti; albasia, jeungjing (Jawa Barat), sengon laut, mbesiah (Jawa Tengah), sengon sebrang (Jawa Timur dan Jawa Tengah), jing laut (Madura), pute (Sulawesi), rawe, selawoku merah, seka, sika, sika bot, sikahm, tawasela (Maluku), bae, bai wahogon, wai, wikie (Irian Jaya). Lanjutkan membaca Budidaya Sengon (Abizia falcataria)

Kumbang Kelapa (Oryctes Rhinoceros)

kumbang tanduk ( Oryctes rhinocerus ) yang menyerang kelapa sawit
Kumbang tanduk ( Oryctes rhinocerus ), menjadi hama yang menyerang kelapa sawit

Kumbang Tanduk kumbang badak (Lat.: Oryctes rhinocerus)adalah jenis kumbang yang tersebar luas di Asia Tenggara, ke timur samapai pulau Irian, ke utara sampai pulau Formosa. Kumbang dewasa berwarna hitam atau coklat tua.Panjang tubuh 3,5 – 4,5 cm dengan kepala bertanduk. Tanduk kumbang jantan lebih panjang dan melengkung ke belakang, sedangkan tanduk kumbang betina berupa tonjolan. Larva sebesar pisang susu, berwarna putih kelabu, di tutup rambut – rambut coklat dan jarang – jarang. Kepala larva kecil berwarna coklat kemerahan. Makananya empulur batang yang membusuk. Pupa terbungkus bahan yang terbentuk dari tanah serta dari daun – daun dan ranting. Kumbang dewasa menempel pada pucuk daun, menyerap cairan dan merusak jaringan daun yang masih muda. Kumbang ini banyak terdapat pada berbagai jenis pohon palem (Palmae), bertelur pada batang tanaman inang yang membusuk. Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu serangan hama yang  mengakibatkan kematian tanaman kelapa sawit muda hingga 1,0-2,5 persen.

siklus hidup hama kumbang tanduk
siklus hidup hama kumbang tanduk

Gejala Serangan :

Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merupakan salah satu hama yang mengakibatkan kematian tanaman kelapa sawit muda dan penurunan produksi sampai dengan kematian. Pada tanaman sawit muda tingkat kematihan mencapai 1 sd 3%.

Umumnya serangan kumbang terdapat pada tanaman ulang (TU) yang kumbangnya berasal dari tanaman itu sendiri. Hama tersebut berkembang melalui batang-batang kelapa sawit yang sedang membusuk. Perkembangannya melalui telur-telur yang terdapat dalam batang-batang busuk itu.

Pada malam hari, kumbang itu menggerek pelepah muda tanaman kelapa sawit dengan panjang lubang gerekan mencapai 4,2 cm. Jika gerekan sampai ke titik tumbuh kemungkinan besar tanaman akan menjadi mati.

Pengendalian :

Macam cara pengendalian uret / kumbang pada budidaya sawit yang dilakukan dan diuji:

  1. Kutip manual / Hand picking pada tanaman muda (TBM / rendah) dengan menggunakan pengait.
  2. Dengan Perangakap Feromon (ATTRACTANT)
  3. Penggunaan Kapur barus untuk mengusir kumbang tanduk
  4. Penggunaan agens hayati Supermeta (MOSA Meta)

Cara aplikasi dengan agen hayati yang dapat dilakukan dengan teknologi ini adalah :

  1. Dicampurkan dalam media pupuk kandang jadi, kompos, dengan memberi kesempatan jamur Metharisium berkembang di media tersebut sekitar 2 minggu sebelum media siap digunakan sebagai pupuk dasar.
  2. Dikocorkan di sekitar perakaran tanaman, pada sore hari.
  3. Disemprotkan pada jalur tanam (guludan) dibawah mulsa untuk menambah jumlah agens hayati di tanah sehingga memperbesar peluang uret bersinggungan langsung dengan spora jamur yang akan menginfeksinya.

mosa glio

MOSA Glio (Super Glio), adalah Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp setara 1,6 x 1013 spora/ml. Berkerja ganda mampu mengendalikan dan mengatasi jamur patogen tular tanah (soil borne). Dapat diaplikasikan dengan pupuk kandang atau kompos sebagai media tanam
MOSA Glio (Super Glio),  Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ berbahan aktif Gliocladium sp dan Trichoderma sp

MOSA Glio (Super Glio), adalah Agens Hayati jenis ‘fungisida organik’ yang mengandung bahan aktif Gliocladium sp
dan Trichoderma Harzianum setara 1,6 x 1013 spora/ml. Lanjutkan membaca mosa glio

Percobaan Agens Hayati Supermeta (MOSA META) di Lahan Sawit Kalbar

Larva kumbang tanduk yang terinfeksi supermeta mosa mata
Larva kumbang tanduk yang terinfeksi supermeta mosa mata

Tanaman sawit tua maupun tanaman muda terancam dengan berkembangnya serangan kumbang tanduk ini Hama ini sanggup  mematikan tanaman muda / tua lewat serangan di titik tumbuhnya.

Lanjutkan membaca Percobaan Agens Hayati Supermeta (MOSA META) di Lahan Sawit Kalbar

Jadwal Pemeliharaan Budidaya Cabai

jadwal pemeliharaan budidaya cabai
jadwal pemupukan dan penyemprotan budidaya cabe

Cabe atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabe banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Lanjutkan membaca Jadwal Pemeliharaan Budidaya Cabai

Uret

Penanganan hama uret secara organik
Hama uret (larva kumbang) yang memakan/merusak akar sehingga mengurangi produksi bahkan menyebabkan kematian bagi tanaman

Uret (dari bahasa Jawa,  urèt) gayas (di sebagian Sumatera), lundi, adalah tahap larva dari serangga anggota ordo Coleoptera, terutama suku Scarabaeidae. Uret biasanya ditemukan di sekitar sisa-sisa sampah atau di dalam tanah yang mengandung banyak bahan organik. Beberapa uret juga dapat dijumpai di dalam batang pohon sebagai penggerek. Lanjutkan membaca Uret

Penggerek Bonggol Pisang

penggerek bonggol pisang, uret pada pisang, uret bonggol pisang, uret pisang
Pisang yang terserang penggerek bonggol pisang berlubang-lubang dan serangan parah menyebabkan tannaman pisang tumbang. Gambar kanan; , larva/uret penggerek bonggol pisang dan kumbang penggerek bonggol pisang (Cosmopolites Sordidus)

Penggerek bonggol pisang ini ada yang menyebut dengan istilah uret pisang.  Larva uret pisang seperti ulat tak berkaki berwarna putih hidup di dalam bonggol dan makan dengan menggeret bonggol sampai bagian tengah batang. Karena fase larva ini tumbuh dalam bonggol dan batang, kehadirannya mengganggu metabolisme tanaman pisang sehingga penyerapan hara dan pengangkutan hasil fotosintesis terganggu. Lanjutkan membaca Penggerek Bonggol Pisang

Gliocladium Selamatkan Panen dari Serangan Jamur Merugikan

Layu Fusarium merupakan momok bagi pelaku agribisnis. Jamur patongen ini sering menyerang  komoditas cabai, tomat dan keluarga terong-terongan lainnya. Sekarang, Tetapi, penyakit ini sebenarnya bisa diantisiasi dengan musuh alami dari sejenis jamur juga. Penggunaan Jamur Antagonis Gliocladium sp dan Thrichoderma sp terbukti sering menyelamatkan panen dari serangan layu fusarium dan beberapa jenis jamur merugikan lainnya.

Tanaman cabai terkena penyakit layu fusarium
cabe kena penyakit layu fusarium

Pencegahan dan penyembuhan berbagai jenis tanaman   bisa menggunakan musuh alami penyakit yang diidap tanaman. Lanjutkan membaca Gliocladium Selamatkan Panen dari Serangan Jamur Merugikan