Budidaya Sapi Potong; Kebutuhan Pakan dan Bahan-bahannya (Bag-III)

Selain jerami rumput gajah menjadi salah satu makanan yang disukai sapi
Selain jerami rumput gajah menjadi salah satu makanan hijauan yang disukai oleh sapi

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang memakannya. Zat nutrien adalah za-zat gizi dalam bahan pakan yang sangat diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin dan air. Sedangkan bahan pakan terdiri dari 2 kelompok , yaitu bahan pakan asal tanaman dan asal non tanaman (ternak atau ikan). Lanjutkan membaca Budidaya Sapi Potong; Kebutuhan Pakan dan Bahan-bahannya (Bag-III)

Budidaya Penggemukan Sapi; Penyiapan Kandang (Bag II)

Kandang penggemukan sapi model berhadap hadapan
Kandang penggemukan sapi model berhadap hadapan

Kandang merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Pada dasarnya fungsi kandang dalam pemeliharaan sapi adalah :

  • Melindungi sapi dari hujan dan panas matahari
  • Mempermudah perawatan dan pemantauan dan
  • Menjaga keamanan dan kesehatan sapi
  • Mempermuda pengelolaan kotoran dan urine sapi, apabila menginginkan hasil sampingan berupa pupuk kandang.

Lanjutkan membaca Budidaya Penggemukan Sapi; Penyiapan Kandang (Bag II)

Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi terdapat beberapa jenis, yakni ;

  1. Penggerek batang padi kuning
  2. Penggerek batang padi putih
  3. Penggerek batang padi bergaris
  4. Penggerek batang padi merah jambu

Petani pada umumnya mengenal serangan penggerek batang padi dengan istilah sundep (anakan kerdil) atau beluk (gabah hampa).

penggerek batang padi putih kuning bergaris dan merah jambu
Gambar penggerek batang padi kuning, putih, merah jambu dan bergaris

Penggerek batang menyerang sejak fase bibit hingga pembentukan malai. Ngengat dewasa aktif pada malam hari dan siklus hidup sekitar 40-70 hari, tergantung jenisnya. Telur biasanya diletakkan dibawah permukaan daun atau dekat ujung daun dengan ciri seperti gundukan kecil yang diselimuti bulu-bulu halus mengkilap yang berasal dari bulu belakang ngengat induk betina.

Pergerakan larva setelah menetas adalah kearah bawah menuju pangkal dan mulai menggerek atau merusak pada anakan utama, hingga setelah mulai dewasa beralih ke anakan lainnya. Larva awalnya menyerang akar hingga menyerang batang padi bagian dalam. Saat larva menyerang akar gejala yang ditimbulkan berupa anakan kerdil atau mati.

Sedangkan ketika larva sudah masuk ke dalam batang, maka larva akan merusak pembuluh bagian dalam batang. Sehingga batang putus dan saat dicabut mudah terlepas. Larva penggerek batang dapat dengan mudah dikenali ketika berada di dalam batang.
Dengan melihat kebiasaan tersebut, pengendalian hama lebih efektif dengan menekan populasi ngengat dewasa. Karena fase merusak pada larva lebih sulit dikendalikan daripada menangkap dewasa.

Pengendalian :

  1. Menggunakan varietas tahan, seperti IR, Ciherang, dll
  2. Menggunakan pupuk N sesuai dosis dan tidak berlebihan, serta menambah pemupukan K agar batang padi lebih keras.
  3. Mengumpulkan secara manual kelompok telur seawal mungkin untuk dimusnahkan.
  4. Menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati.
  5. Membakar jerami sisa panen untuk memusnahkan hama dewasa.
  6. Menggunakan parasitoid Trichogramma, Telenomus, atau Anagrus untuk merusak kelompok telur penggerek batang padi.
  7. Membuat perangkap dari cahaya untuk menarik ngengat ini, untuk kemudian dapat disemprot dengan pestisida biologi TOP BN (MOSA BN).
  8. Menggunakan Agens Hayati TOP BN (MOSA BN) yang berabahan aktif Beauveria bassiana dan Nomuraea rileyi. Tiap 30 gr (1/3 sachet) dilarutkan dalam 1 tangki isi 14 liter. Penyemprotan saat pembibitan umur 10 hari setelah sebar (HSS), dan tanaman umur 40 hari setelah tanam (HST). Lahan 1000 m2 diperlukan TOP BN (MOSA BN) 100 – 200 gr atau 1 sampai 2 sachet.

Ulat Grayak (spodoptera litura)

Ulat grayak (spodoptera litura) pada tomat
Ulat grayak (spodoptera litura) pada tomat

Ulat grayak dikenal sebagai hama yang sangat merusak. Di Indonesia, ulat grayak utama adalah Spodoptera exigua (larva berwarna coklat kehijauan) dan S. litura (larva berwarna coklat). Ulat grayak tinggal di bawah permukaan tanah di siang hari dan aktif memakan tajuk tumbuhan pada malam hari. Lanjutkan membaca Ulat Grayak (spodoptera litura)

Cara Aplikasi Agens Hayati Pada Budidaya Padi

Panduan penyemprotan BIO SPF dan TOP-BN
Panduan penyemprotan BIO SPF dan TOP-BN

Gambar diatas adalah illustrasi penyemprotan TOP-BN (MOSA BN) dan BIO-SPF pada budidaya padi. Selain berfungsi sebagai pupuk hayati, BIO-SPF pada budidaya padi diterapkan untuk mencegah penyakit kresek, blast, blb. Sedangkan penggunaan TOP-BN (MOSA BN) dipergunakan untuk mengantisipasi hama yang biasa menyerang padi seperti; walang sangit, penggerek batang padi .

Lanjutkan membaca Cara Aplikasi Agens Hayati Pada Budidaya Padi

Teknis Budidaya Jagung Manis dan Jagung Hibrida (Zea mays)

budidaya jagung hibrida
budidaya jagung manis

Jagung adalah salah satu alternatif pengganti beras sebagai makanan pokok. Jagung merupakan salah satu khasanah pangan lokal Indonesia. Apabila pertanian jagung ini dikembangkan secara serius, hasilnya lebih meningkat sehingga mampu menambah pendapatan bagi petani. Lanjutkan membaca Teknis Budidaya Jagung Manis dan Jagung Hibrida (Zea mays)

Wereng coklat ( Nilaparvata lugens )

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur. Serangga kecil ini menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro). Musuh alaminya berupa kumbang lembing memakan wereng dan anaknya sedangkan sejumlah lebah berperan sebagai pemangsa telurnya. Pemangsa alami ini dapat mengendalikan populasi wereng di bawah batas ambang populasi wereng terutama musim tanam dengan jumlah hama sedikit sehingga mencegah berjangkitnya virus utama.
Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan.

Wereng coklat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama di Asia Tenggara dan Asia Timur. Serangga kecil ini menghisap cairan tumbuhan dan sekaligus juga menyebarkan beberapa virus (terutama reovirus) yang menyebabkan penyakit tungro). Sebenarnya wereng coklat mempunyai musuh alami berupa kumbang lembing. Kumbang lembing memakan wereng dan anaknya sedangkan sejumlah lebah berperan sebagai pemangsa telurnya. Lanjutkan membaca Wereng coklat ( Nilaparvata lugens )

Penggerek Batang Padi Putih (Tryporyza innotata)

Penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata Walker, 1863) adalah ngengat yang termasuk dalam suku Crambidae. Larva hewan ini menjadi hama penting dalam budidaya padi. Gejala yang ditemukan sebelum padi berbunga disebut sebagai sundep dan gejala serangan yang dilakukan setelah malai keluar dikenal sebagai beluk.Penggerek batang padi putih dikenal dengan nama lokal sundeb. Hama ini mempunyai nama ilmiah Scirpophaga innotata walker . Serangga ini sangat tertarik pada cahaya. Lanjutkan membaca Penggerek Batang Padi Putih (Tryporyza innotata)

Hama dan Penyakit pada Tanaman Buncis

Batang tanaman yang terkena penyakit layu
Batang tanaman yang terkena penyakit layu

Ada sekitar 7 hama dan 11 penyakit yang perlu diperhatikan dalam budiaya buncis. Berikut ini hama dan penyakit pada buncis beserta upaya pengendaliannya;

Hama

Berikut beberapa hama yang umum menyerang tanaman buncis; Lanjutkan membaca Hama dan Penyakit pada Tanaman Buncis

Modul Panduan praktis budidaya pepaya california

Buku Panduan budidaya california
Buku Panduan budidaya california

Lanjutkan membaca Modul Panduan praktis budidaya pepaya california