Pedoman Budidaya Singkong (Manihot Utilissima)

budidaya ubi kayu model monokulturSingkong sangat cocok dikembangkan di iklim yang mempunyai curah hujan sedang  sampai tinggi  (1.500 – 2.500 mm/tahun). Untuk kelembaban udara yang optimal antara 60 sd 65%, sinar matahari sekitar 10 jam/hari dan suhu udara minimal 10o C. Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Singkong (Manihot Utilissima)

Pedoman Budidaya Kedelai

Budidaya Kedelai dengan teknologi organik MMC

budidaya kedelai
budidaya kedelai

—Kedelai cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian 10 m – 800 m dpl. Kedelai menghendaki cukup air tetapi tidak ada genangan air. —Kedelai ditanam disawah pada musim kemarau setelah padi, sedangkan dilahan kering (tegalan ) kedelai umumnya ditanam dimusim hujan.

— Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Kedelai

Peranan Rhizobium Pada budidaya Kedelai

sachet rhizobium bio promotor 2

—Rhizobium mampu menambat Nitrogen mencapai 80 kg N2/ha/thn atau lebih ketika bersimbiosis dengan tanaman kedelai.

—Inokulan Rhizobium mampu bersimbiosis secara aktif sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Lanjutkan membaca Peranan Rhizobium Pada budidaya Kedelai

Unjuk gigi, menyemarakkan Dies Natalis Faperta UGM dengan

backdrob pameran mmcSalah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-69 FAPERTA (Fakultas Pertanian UGM) Tahun 2015 diadakan temu alumni . Dalam temu alumni kali ini agak istimewa, karena diisi dengan pameran dari produk-produk para almuni. Dalam kesempatan ini juga direalisasikan gagasan untuk membentuk direktori pelaku agribisnis dari para alumni. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian UGM, Minggu 20 September 2015 lalu. Lanjutkan membaca Unjuk gigi, menyemarakkan Dies Natalis Faperta UGM dengan

Menyelematkan Panen Tebu dari Serbuan Embug

Mengatasi hama uret ampuh
Lahan tebu yang terpapar hama uret merusak secara cepat dan destruktif mengakibatkan turunnya produktivitas panen bahkan sampai gagal panen

(Kediri, Jatim) Pak Munajam kini bisa tersenyum sumringah, setelah 3 kali periode lebih tanaman tebunya sering mengalami kerugian, panen kali ini sukses besar. Tak ada lagi serangan embug/uret di lahan tebunya, sehingga panen kali bisa utuh untuk diangkut ke pengepul tebu. Dari luasan 1 bahu (7500 m2), tak kurang 100 ton tebu lebih dihasilkan dengan keuntungan fantastis dari manisnya budidaya tebu. Lanjutkan membaca Menyelematkan Panen Tebu dari Serbuan Embug

Mengendalikan antraknosa pada budidaya cabai dengan BIO-SPF

Aplikasi Penggunaan BIO SPF untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabaiPenyakit antraknosa dikenal oleh petani cabai sebagai penyakit busuk buah. Sebenarnya penyakit ini tidak hanya menyerang buah saja tetapi menyerang daun. Daun menjadi kuning dan kemudian mengering seperti terbakar. Lanjutkan membaca Mengendalikan antraknosa pada budidaya cabai dengan BIO-SPF

Pedoman Budidaya Tomat

budidaya tomat hasil meningkat dengan pupuk organik MMC
Agritech, pupuk organik Cair dari MMC yang diterapkan pada tanaman tomat

Tomat (Solanum licopersicum) cocok ditanam pada tanah liat dengan sedikit berpasir. Tanah yang banyak mengandung bahan organik. Sebaiknya aerasi tanah baik atau gembur. Kondisi tanah normal dengan pH tanah 5 – 6 (Tanah di Jawa pada umumnya). Sedangkan untuk kondisi tanah yang cenderung asam, seperti misalnya di Kalimantan, bisa ditambahkan kapur dolomit untuk menetralkan pH tanah.

Tomat cocok ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi (10 m dpl – 1500 m dpl) sesuai varietas yang cocok. Lanjutkan membaca Pedoman Budidaya Tomat

Cara Mengendalikan Lalat Buah

Lalat buah merupakan hama yang agak sulit dikendalikan dengan penyemprotan karena akan banyak cairan semprotan yang tidak mengenai sasaran sehingga terjadi pemborosan. Selain itu, dengan penyemprotan insektisida akan meninggalkan residu racun pada buah-buahan sehingga membahayakan bagi konsumen.

 

Melaleuca bracteata
Daun Melaleuca bracteata

Lanjutkan membaca Cara Mengendalikan Lalat Buah